[FREELANCE] When Destiny Calls Chapter 2

September 10, 2011 at 10:16 PM Leave a comment

Author : Reinata Dewi (Mireichan Elf)
Main cast :
– Song Eun Rii
– Kim Jong Woon a.k.a Yesung
– Kim Hyun Joong
– Nam Hyori
– Other cast
Rating : T
Genre : Romance, Angst
Type : Chaptered

 

~ Author P.O.V~

Hyun Joong mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Sebuah kotak kecil berisi sepasang cincin. Dia menghentikan laju mobilnya. Eun Rii tampak terkejut. Hyun Joong menarik tangan kiri Eun Rii dan memasang salah satu cincin di jari manis nya.
“ Neo??” Eun Rii makin terkejut.

“ Besok di acara pertunangan orang itu, kau harus memakainya aku akan memakai yang satu lagi”

“ Mwo??”

“ Heheh… jangan beranggapan terlalu berlebihan. Ini hanya inisial saja” terang Hyun Joong yang mulai melajukan mobilnya lagi. Namun kebingungan nampak masih menyelimuti Eun Rii.

“ kemana kita sekarang??” tanya Eun Rii memecahkan keheningan yang sempat mencekam.

“ ke butik” jawab Hyun Joong sembari melirik Yeoja yang duduk disebelahnya melalui kaca spion.

“ untuk apa?”

“ Membeli baju untukmu! Kau pikir untuk apa?!”

“ antarkan aku ke GYM dulu!”

~ Song Eun Rii P.O.V~

“ antarkan aku ke GYM dulu!” tanyaku, namja ini terlihat terkejut dengan menautkan alisnya. Aku tidak boleh santai-santai seperti ini! aku harus cepat mengakhirinya.

“ Aku selalu kesana disaat lenggang, Yesung oppa yang selalu menemaniku” aku melamun terbawa suasana hatiku.

“ Yesung?!” Tanyanya membuyarkan lamunanku.

“ Kim Jong Woon. Itu julukan yang aku berikan padanya” aku terbawa suasana (lagi).

“ Kau masih mencintainya?”

“…”

“ Benarkan yang aku katakan?!”

“ Namja pabbo!!”

“ Nae??”

“ Yakk!! Kau!! Siapa lagi?! Kau pikir aku berbicara dangan gagang pintu?!”

“ Apa aku salah?!”

“ Apa aku juga perlu menjelaskannya?!” pekik ku. “tentu saja aku mencintainya!!” lanjutku tanpa mengurangi nada bicaraku.

“ LALU UNTUK APA KAU MELAKUKAN HAL SENEKAT INI!!”

“ KAU INI PABBO ATAU APA!! APA AKU JUGA PERLU MENJELASKAN HAL INI?! DIA AKAN BERTUNANGAN!! DENGAN SAHABATKU SENDIRI!!” perdebatan ini begitu menguras emosi dan tenagaku. Begitupun dengan namja ini, dia mengeratkan tangan pada setir mobilnya.

“ Mianhae… aku terbawa emosi” katanya lembut mengurangi ketegangan yang baru saja terjadi.

~ Nam Hyori P.O.V~

“ Hyori-ah… bukankah kau sudah ambil cuti sejak kemarin? Harusnya kau pulang persiapkan dirimu untuk besok?” ujar Ryewook-ssi dari balik jendela dapur, mengintipku yang sedang mengelap meja.

“ Wookie-ssi?” aku melambatkan aktivitasku.
“ Ne?”
“ Kemarin aku bertemu Eun Rii”
“ jinjja?! Aku juga”
“ Ne? apa yang dia katakan? Dimana kau bertemu dengannya?!”

“ Aku melihatnya berjalan entah kemana. Dia ingin kita menganggapnya mati”

“ Ne! Eun Rii memang sudah mati! Aku sangat mengenalnya, dan dia bukanlah Eun Rii yang kukenal”

“ Mwo? Maksudmu” kupikir Ryewook-ssi tak bisa menangkap maksud kalimatku.

Mianhae Rii-ah. Aku memang bukan teman yang baik untukmu. Aku memang sudah lama menyukai Yesung mu. Aku berusaha membuang perasaan ini karena dia namja chingumu. Pertunangan ini diputuskan orang tuaku secara mendadak dan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Orangtuaku tetap memaksaku sekeras apapun aku menolak. Dan jujur, dari lubuk hatiku paling dalam aku sangat menyetujui perjodohan ini.
“ Hyori-ah?” sebuah tangan melambai didepan wajahku. Ryewook-ssi mendapatiku melamun untuk kesekian kalinya saat hendak mengantarkan pesanan ke meja pelanggan.

“ Akan lebih baik kalau kau pulang kerumah dan persiapkan dirimu untuk besok. Tenang saja, aku pasti datang” kau benar Ryewook-ssi, aku hanya akan mengganggu kerjamu jika aku seperti ini terus, aku harus lebih konsentrasi.

~ Author P.O.V~

Bugh!! Bugh!! Bugh!!
Berkali-kali sebuah tinju Song Eun Rii melayang ke arah bantal tinju yang tergantung dihadapannya. Setiap tinju dilontarkannya tanpa ragu, terlihat bahwa ia cukup professional dalam hal ini.

“ Heahh!!” Eun Rii teriak disertai tinjunya dengan kekuatan penuh(?), hingga akhirnya dipeluknya bantal tinju itu.

“ Kau menghakimi benda tak bersalah hanya untuk melampiaskan amarahmu?” ucap seorang namja yang memperhatikanku dari tempatnya duduk.

“ Huh! Apa perlu aku membuatmu bernasib sama dengan bantal ini?”

“ Apa kau benar-benar akan melakukan nya?!” tanya Hyun Joong sembari berdiri dan perlahan mendekati EunRii. Eun Rii kembali melayangkan tinjunya, kini ke arah benda hidup (?) yang berdiri dihadapannya. Namun pukulan itu dengan mudah ditangkis olehnya.

“ Aku serius” jawab Eun Rii menatap Hyun Joong yang menggenggam tangannya dalam posisi menangkis.

“ Ini… akan sulit, kenapa kau begitu ingin melakukannya? Ini juga tidak ada untungnya untuk dirimu” terang Hyun Joong menurunkan tangannya tanpa melepas genggamannya.

“ Namja itu pernah mengatakan kepadaku, bahwa dia cinta mati denganku. Sekarang akan aku buktikan perkataannya” jawab Eun Rii mempertahankan diri.

“ Tapi bukan ini caranya. Aku yakin, umma mu pun tak mnginginkan kau melakukan ini”

“ jangan sok tau kau mengenai umm aku. Kini yang ada dipikiranku adalah dendanku terhadap kematian umma” jawab Eun Rii asal disertai tangannya yang masih bebas menunjuk ke arah namja yang berdiri didepannya.

Dering ponsel berbunyi, itu berasal dari saku celana Hyun joong. Ia menghentikan aktivitasnya dan menyambut bunyi dering ponselnya.
“ Yoboseyo… jinjja?!” responnya mengangkat pembicaraan dg ponselnya sembari berjalan keluar meninggalkan Eun Rii, entah panggilan dari siapa.

Eun Rii melanjutkan latihannya.
“ Chagiya…” refleks Eun Rii menoleh kearah si pemilik suara.

~ Kim Hyung Joon P.O.V~

“ Tapi bukan ini caranya. Aku yakin, umma mu pun tak mnginginkan kau melakukan ini” ujarku meyakinkannya untuk mengurungkan niat pabbonya. Sejujurnya tak mungkin aku melakukan ini kepada hyungku sendiri.

“ jangan sok tau kau mengenai umm aku. Kini yang ada dipikiranku adalah dendanku terhadap kematian umma” jawab yeoja ini masih pada pendiriannya sembari mrnunjuk wajahku.Sepertinya memang tidak mungkin.

Sebuah panggilan masuk ke ponselku. Aku berjalan keluar.
“ Yoboseyo… jinjja?! Aku tunggu kedatanganmu center, kamsahae sebelumnya sudah mau datang. Bagaimana dengan otter??….. sakit katamu? Sudah kau bawa kedokter?! Apa kata Uisa?…. baguslah kalau hanya demam biasa,dia tidak datang?… gwenchana, biarkan dia istirahat saja….ne…anyeong..” kuputuskan sambungan ponselku. Aku berbalik memasuki ruangan aku berasal (?).

Baru satu langkah memasuki pintu masuk, aku tesentak, kuurungkan niatku untuk masuk, aku bersembuyi dibalik tembok dekat pintu masuk.ada alasan untuk tingkahku saat ini. Yeoja pabbo itu sedang berdiri menatap seorang namja yang berdiri dibelakangnya membelakangiku. Aku sedikit mengintip, berusaha mempertajam pendengaranku untuk mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Sangat samar, bahkan tak terdengar. Dari ekspresi Eun Rii dapat kulihat pembicaraan serius diantara mereka.

“ Maaf aku pergi” kali ini terdengar meski tetap samar. Aku terlonjak, mengeluarkan ponselku, kuletakkan ditelingaku, saat kulihat yeoja itu berjalan kearahku atau mungkin berjalan keluar.
Aku berbicara asal pada ponselku, saat kusadari yeoja itu sudah berdiri disampingku.

“ ne… sudah dulu, aku ada urusan…” ucapku pada ponselku yang bisu(?), yang kembali kumasukkan ke kantong celana ku

“ nugu yo?!” tanyanya.

“ bukan orang penting, kau lapar? Ayo kita cari tempat makan?!” ajakku yang dibalas anggukan olehnya.

~ Kim Jong Woon P.O.V~

“ Hyun Joong tidak ada dikamarnya, apa kau melihatnya?” tanya umma sembari meletakkan makan pagi hari ini di meja makan.

“ Aku mendengar sebuah mobil keluar dari bagasi tadi pagi sekali, mungkin sedang keluar”

“ Jeongmal?! Anak itu, bahkan umma belum bertemu dengannya, apa baik jika dia bersikap seperti itu?!”

“ Sudahlah umma, mungkin memang ada urusan penting, jangan dibawa kehati” ujarku membela, begitulah sifat dongsaengku ini yang terlalu cuek dengan sekitarnya. Ini bukan hal untuk diperdebatkan.

“ Ehehem…” appa mendehem, memberikan inisial untuk diam saat makan. Appa, kau menakutkan =.=”.

“ Hari ini kau tidak kerumah Hyori?” tanya umma sembari memilihkan jas yang akan kugunakan besok.

“ Anieyo”

“ kalau begitu pergilah, ajak dia jalan-jalan”

“ Anieyo!” bantahku.

“ Kim Jong Woon!! Kau mau melawan lagi?! “ bentak umma menggedor keras pintu almari ku.

“ Umma” rengekku.

“ Jong Woon, jangan buat umma kecewa. Dia akan menjadi tunanganmu besok” ucap umma lembut, tangan kanannya membelai pipiku.

“ Ini hanya pertunangan, umma, bukan pernikahan. Dan aku tidak mencintainya, ada yeoja lain yang aku cintai” lirihku dengan kepala tertunduk.

“ Perlahan kau pasti bisa mencintainya, dan mulailah melupakan yeoja yang sudah mencuri hatimu itu” ucap umma lagi sembari menyihak rambutku yang menghalangi mataku. Umma tersenyum hangat.

“ Pergilah kerumahnya, jangan menjadi anak manja” umma mengangguk, begitupun aku. Kulangkahkan kakiku keluar menyambar mobilku yang terparkir di garasi.

Tanpa sadar kuhentikan mobilku didepan sebuah aula(?). Ini adalah tempat latihan yang sering aku kunjungi saat menemani Eun Rii latihan, anak itu memang tomboy. Kulangkahkan kakiku menuju sebuah ruangan didalamnya. Betapa kagetnya aku ketika pandanganku tertuju pada seorang yeoja berambut ikal panjang yang diikat kebelakang sedang memberikan tinjunya pada bantal yang tergantung dihadapannya.
“ Chagiya…” kata itu tiba-tiba terlontar dari mulutku. Dia menoleh, menatapku sinis.

“ Untuk apa kau kemari?” ketusnya.

“ Kau menghilang beberapa hari ini, aku merindukanmu”

“ Apa itu pantas kau ucapkan pada yeoja yang sudah kau putuskan hubungannya. Kenapa kau begitu tidak peka Yesung-ssi, anieyo, maksudku Kim Jong Woon”
bahkan kau tidak memanggilku oppa. Chagi… jangan seperti ini.

“ Mianhae Rii-ah, aku harap kau juga mengerti posisiku…” belum aku melanjutkan kalimatku

“ Aku akan datang besok, jangan khawatir!” potongnya yang langsung berlalu kearah pintu yang berbeda dari pintu masukku.

~ Song Eun Rii P.O.V~

“ gwenchana?” tannyanya bingung, mungkin karena tingkahku yang berusaha menutupi wajah ku dengan buku menu.

“ Ne, gwenchana” jawabku singkat, hanya saja, kenapa harus ke tempat ini? tempatku bekerja sebelumnya.

“ apakah sudah memilih pesan?” tanya seorang pelayan yang menghampiri meja kami, aku semakin menutupi wajahku saat kuketahui Hyeri lah si pelayan itu.

“ Ini saja, masing-masing 2 porsi” Hyun Joong angkat bicara sembari menunjukkan buku menu yang dipegangnya.

“ tunggu 10menit” kata Hyeri yang langsung meninggalkan meja kami.
Untuk apa aku menyembunyikan wajahku? Ini bukan berarti kalau aku takut menemuinya kan?!
Aku turunkan buku menu yang sedari tadi menghalangi pandanganku sesaat setelah menu yang kami pesan terhidang di meja makan kami.

“ Dia Nam Hyori?” ucapnya mengagetkanku. Bagaimana dia tahu?

“ Ye… kau mengenalnya?” tanyaku ingin tahu.

“ ada tanda pengenal di seragamnya”

“ Jong Woon hyung! MencariEun Rii? Dia masih belum menampakkan diri, atau mencari Hyori?” suara Ryewook yang melengking membuatku tersontak kaget. Namja didepanku yang tiba-tiba batuk makin membuatku kaget.

“ Aku mencari Hyori” aku yakin itu suara Yesung.

“ Eun Rii-ah, kau sudah selesai?! Kajja” ajak Hyun Joong seperti ia tau apa yang aku pikirkan. Aku semakin ragu pada diriku, bukankah itu terkesan menghindar. Aku sedikit melirik. Lihat dirimu Nam Hyori! Begitu senangnya dirimu, seperti seorang anak yang lama tidak bertemu ummanya. Untuk apa aku memikirkan hal it?! Semakin hari aku semakin kacau.

“ Ini cantik” bisikku saat melihat bayanganku dicermin. Bayangan seorang yeoja dengan pakaian long dress hitam polos dengan ikat pinggang senada dengan dressnya. Dan juga rambutku yang dipangkas pendak, sedikit diluruskan dan ditata sedemikian rupa, tak lupa sebuah bando polos yang mempermanis mahkotaku yang terlihat mencolok karena semua yang kukenakan berwarna hitam, begitu juga rias wajahku yang didominasi warna hitam pada mataku. Song Eun Rii! You are dark angel.

“ sudah siap?! “ ajak seorang namja yang baru keluar dari kamar ganti dengan kemeja putihnya yang tertutup jas hitam dan dasi putih bergaris hitam terkalung di kerah kemejanya.

“ yak!! Hyun oppa” jawabku kepada namja yang mulai sekarang aku panggil oppa ini.

“ kajja!” ajaknya lagi sembari membenahi jam tangan di tangan kirinya. Dengan mobil silver milik Hyun Joong oppa, kami melaju ke sebuah gedung dimana sebuah pertunangan akan terlangsung hari ini.

-TBC

Entry filed under: Angst, Chaptered, FanFiction, Freelance, Indonesia, Language, Rating, Romance, SS501, Super Junior, T, Type. Tags: .

When Regret Comes Over Season 2 – Part 2 [FF] 선생님~사랑해요!!! (Pak Guru~ I Love You!!!) Chapter 5 – FINAL CHAPTER

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 512,714 hits

Day by Day

September 2011
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: