My Sister is My Love

September 7, 2011 at 12:54 PM 3 comments

annyeong haseyo ^^ ini ff pertama saya di sini. mohon bantuannya… ^^ eh btw, karena saya ulzzang-ulzzang gitu saya numpang eksis bentar ya ^^ hehehe moga terhibur…

Cast   :

–    Kim hye jin

–    Kim jaes min

Support Cast : Member SS501

Author : Princess Melody

Genre  : romance

Length : 1 shoot

Ranting : PG – 13

****

*Jaes min POV*

Hujan.. hujan.. hujan… setiap hari hujun terus turun. Aku berdiri di sebuah teras apartement di lantai 14. huft…  kenapa oppa juga blum pulang.. ya.. ya.. ya.. aku tau dia sibuk.. tapi sesibuk itukah dia terhadapku? Hum.. aku tau dia penolongku bukan seorang kakak kandung. Tapi.. ha!! Semua karena kejadian dulu. Kenapa harus terjadi seperti itu…

*Flash back*

“eomma (ibu) !!!!!” kataku teriak histeris. Eommaku di bunuh seorang namja(pria) . Dia bertampang seram dan menuju ke arahku.

“hai gadis manis… ikutlah denganku… aku akan menuruti smua maumu. Asalkan kau memuaskan ku..”

“ha?kau kira aku yeoja(perempuan) yang di pinggiran jalan sana… aku tidak mau…” memegang erat tanggan eomma yang sudah terbujur kaku.

“dasar!!! Ikut aku…” menarik tanganku.

“gak mau!!! OPPA(kakak)!!!!” aku berteriak sekencang-kencangnya. Tak ada sekalipun orang yang datang. Tiba-tiba appa(ayah) datang. Dan terkejut melihat eomma sudah tewas dengan keadaan luka di dada.

“ck.ck.ck… ada appanya ya. Aku bawa ya anakmu…” kata namja itu.

“appa.. tolong jaes… appa…” namja itu terus menyeretku. Hingga di saat berhadapan dengan wajah appa, namja itu langsung menembak appa di perut. Appa tersungkur jatuh. Aku di seret terus menerus. Aku menangis ketakutan.. namja itu membawaku terus, hingga akhirnya ada mobil yang terus mengejar mobil namja yang membawaku. Aku tau dia adalah penolongku. Aku terus memukul kaca jendela mobil.

Tak lama, namja itu mengetahui ada yang mengikutinya, dia berhenti di sebuah parkiran mobil. Sambil membawa pistol di jas bajunya. Dia keluar. Seketika namja yang mengikutiku juga keluar. Aku sudah lemas dengan semua itu. Aku hanya bisa menangsi sambil duduk di mobil namja yang membawaku ini.

Mereka lalu beradu. Tapi di saat aku melihat ke luar. Namja yang membwaku ini tewas dengan luka tembak di dadanya. Dan pada saat itu juga. Namja yang mengikuti ku ini membuka pintu mobil.

“neo gwaenchana?(kau tak apakan?)”

“gamsahamni…(terimaka…)” aku langsung pingsan. Esok harinya aku terbangun, melihat sekeliling kamar yang dekorasinya saat detail. Hangat, dan nyaman bagi tubuh ku ini. Sesosok namja itu langsung masuk ke kamar sambil membawa nampan besar.

“udah bangun ya…”

“kamu siapa? Aku di mana?”

“aku? Aku adalah heo young saeng. Ini rumahku…”

“aduh.. mian sudah merepotkan oppa..”

“gwaenchana.. namamu siapa?”

“namaku jaes min, oppa.

“oh jaes min.. trus kenapa kamu bisa di bawa oleh namja preman itu?”

“aku di tarik paksa, eomma dan appa sudah tewas karenanya. Aku juga gak tau harus tinggal di mana lagi…” aku langsung menitikan air mata.

“sssuuuttt… jangan nangis, kau boleh tinggal dengan ku di apartement ini. Kebetulan aku tak punya adik. Apa kau mau  jadi adikku?”

“kalo oppa menginjinkan aku mau…”

“hum.. baguslah.. berarti sekarang kau adalah dongsaengku. Ok…”

“hehehe…”

“nah sekarang kita sarapan… ini roti buat mu..”

“gamsahamnida(terimakasih banyak)…”

>FLASH BACK END<

Huft.. tak lama pintu utama kamar terbuka. Itu pasti oppa. Aku langsung berbalik belakang. Dan langsung pergi ke arahnya.

“oppa sudah pulang? Apa oppa lelah?”

“iya dongsaeng(dek). Tadi dancenya banyak banget. Hehehe.. oia. Minggu depan oppa akan konser. Kau pergi ya…”

“iya oppa. Mandilah… akan ku siapkan makan malam…”

“em! Ok.. dha…”

“dha…” mengatur sepatu yang berserakan. Lalu pergi ke dapur.

1 jam kemudian aku menunggunya di ruang makanan. Oppa langsung datang menghampiriku.

*Jaes min Pov end*

*young saeng pov*

Setelah mandi dan berpakaian rapi seadanya. Aku turun. Langsung mencium kening dongsaengku ini.

“hum.. sepertinya makanan ini enak…”

“iya dong.. sini aku ambilin..”

“dongsaeng.. kuliahmu gimana? Apa ada yang kurang gitu?”

“kuliah ku baik – baik saja. Hum.. ada berita bagus, 2 bulan lagi aku akan wisuda. Dan langsung bekerja. Aku sudah baking semua kantor.

“oh gitu.. tapi kenapa kamu gak mau trima tawaran oppa saja. Kamu jadi dancer bantu di SS501. kan kita bisa bersama…”

“hehehe.. aku juga mau bekerja. Tapi beda tempat. Ntar gak seru lagi. Ini nasinya..”

“goemawo(terikasih)..” mengambil piring dari tangan jaes. “kamu gak makan?”

“gak oppa. Gak ada selera…”

“jangan gitu dong.. ini kan makananmu.. apa kau meracuninya?”

“ha? Aniyo oppa(tidak kak)… aku gak makan karena aku kenyang…”

“boong.. sini oppa suapin…”

“gak ah.. ntar di kira anak kecil lagi…”

“ih… berarti kamu naro racun dong… kalo gak. Ayo makan..” menaruh sesendok nasi beserta lauk pauk di hadapan jaes.

“uh~ oppa ini… aem… udah kan…” makan.

“nah gitu dong. Berarti  oppa tak kuathir kalo makanan ini gak ada racun…”

“huh~~ hehehe”

Kami berbincang terus di ruang makan. Aku sering membuatnya agar dia tetap tersenyum. Aku tau dia mungkin kesal karena aku jarang pulang ke rumah. Itu semua karena pekerjaanku.. hum.. pasti dia akan memakluminya.

Setelah makan kami duduk di teras apartement. Jaes tidur di pahaku sambil menatap langit. Aku langsung menyapu-nyapu rambut di pinggir telinganya.

“oppa tau. Kau merindukan appa dan eommamu. Iya kan…”

“hehehe… begitulah. Emang oppa tidak merindukan mereka?”

“hum… kaloo di bilang merindukan sih sangat, tapi kalo oppa menaruh rindu itu. Pasti tidak akan tersampaikan. Mereka hanya memikirkan materi di banding oppa. Makannya oppa memilih bekerja sendiri dan hidup sendiri.. dan kalo suatu saat oppa bertemu dengan seorang yeoja yang oppa cintai. Oppa akan pergi ke mereka..” melihat ke arah jaes. “yah. Kamu dah tidur.. capek deh..”

Melihat wajahnya seketika rasa lelahku ini hilang. Wajahnya seperti memancarkan obat bagi pelihat.. seperti bersinar membawa penyejukan. apa aku harus terus menerus menyimpan perasaanku ini terhadapnya? Aku takut dia akan kecewa. Dia sudah menganggapku kakak sendiri. Biarpun aku adalah kakak angkat. Sungguh kasihan jaes min.        Aku langsung berdiri dan membwanya ke kamar. Meletakan tubuhnya pelan-pelan ke tempat tidur dan memakaikanna selimut tebal sampai dadanya.

“malaikatku…. tidurlah dengan damai… mimpi yang indah…” mengelus-ngelus keningnya lalu menciumnya. Dan keluar.

*young saeng POV end*

Keesokan harinya.

“uh.. segar.. oppa mana ya? Hari ini kan hari minggu. Apa dia latihan lagi?”

Jaes min langsung berdiri dan pergi ke kamar young saeng. Dia melihat young saeng gak ada. Dia langsung pergi ke semua sudut ruangan. Tapi tak menemukan young saeng.

“hum.. gak ada. Mungkin oppa pergi lagi..” berjalan menunduk lalu pergi ke teras apartement. Tiba-tiba jaes terkejut melihat young saenng tidur di teras. “oppa… kenapa tidur di sini.. ini kan dingin…” mengoncang-goncangkan tubuh saengie.

“uh… eh kamu udah bangun…”

“aduh.. yang semestinya tanya itu jaes. Kenapa oppa tidur di luar. Kan dingin…”

“ah kagak kok… dingin apanya? Oppakan pake jaket tebal gini.. jangan terlalu khawatir baby…” ngacak-ngacakin rambut jaes.

“uh.. awas ya laen kali gini lagi.. oppa hari ini gak latihan?”

“gak.. 3 hari libur aktifitas. Oppa mau tinggal di rumah bersamamu selama 3 hari… gimana?”

“boleh juga. Hacih!” tiba-tiba bersin.

“flu ya?”

“ha? Kagak kagak… paling-paling juga karena udaranya dingin…”

“umh…” bingung liat darah keluar dari hidung jaes.

“waeyo?”

“darah… darah…”

“di mana?”

“di hidungmu itu…” mengeluarkan serbet dari saku celana lalu melap darah yang ada di hidung jaes. Jaes langsung mengambil serbet itu dari tangan young saeng dan melapnya sendiri sambil tangan kiri memegang leher belakang.

“pasti kamu…”

“aduh oppa.. ribet deh.. aku gak pha-pha tau.. ini kan biasa…”

“biasa.. ayo masuk oppa buatkan bubur buatmu…” mendorong jaes.

“yang enak ya oppa…”

“iya.. sekarang kamu ke kamar aja… oke…”

“jiah.. aku kayak tuan putri..”

“banyak bicara.. udah sana masuk…”

“iya iya..”

*jaes min POV*

Hatiku senang saat melihat oppa sangat memperhatian padaku. Aku malu, aku bukan siapa-siapanya oppa. Aku juga senang karena saat ini di sisiku ada oppa. Kenapa hidupku selalu rumit ya. Aku berjalan terus ke kamar. Pas di depan pintu kamar. Bola mataku seperti berputar terus menerus. Aku mencoba untuk kuat. Aku masuk ke kamar. Dan belum sampai 5 detik aku masuk ke kamar. Aku langsung terbujur pingsan di pinggir pintu kamar.

*jaes min POV end*

*young saeng POV*

Uh.. akhirnya bubur udah selesai. Ku taruh di sebuah mangkuk besar. Dan membawanya dengan nampan ke kamar jaes. Pada saat membuka pintu kamar jaes. Aku merasakan ada yang menganjal di pintu ini. Aku terus mencoba untuk membuka pintu itu. Tapi pintu itu terlalu keras untuk di buka. Akhirnya aku menaruh semua makan yang ada di nampan itu ke meja. Aku membuka pintu itu sekuat tenaga. Dan alhasil pintu itu terbuka. Dan alangkah terkejutnya aku melihat jaes tertidur di pinggir pintu itu. Dengan sigap. Aku langsung masuk dan mengangkatnya ke tempat tidur.

“jaes.. jaes.. kamu kenapa? Haduh.. kenapa kamu jadi gini sih…”

pogihaji marayo (pogihajima) tto jeolmang hanjidomayo(jeolmang hanjidomayo) geudaegyeoten naega isseoyo soneul jabayo. Hp jaes berbunyi terus, aku langsung mengambilnya dan menekan salah satu tombol. Seorang namja langsung berbicara.

“yeoboseyo(halo)… jaes min…”

“ini siapa ya..”

“aku? Hahaha.. aku hye jin. Masa hyung bisa lupa sama suaraku sih..”

“oh. Hehehe.. mian.. kamu di mana?”

“masih di LA hyung. Oia. Jaes mana? Aku kangen dengannya. Udah 1 tahun kita gak kontekan…”

“jaes lagi pergi. Gak tau ke mana…”

“trus hpnya kok ada di hyung?”

“dia kelupaan… udah ya.. aku sibuk..”

“hu~ dasar. Ya udah deh. Ntar kirimkan slam indahku ini untuknya. Ok…”

“oklah.. bye…” mematikan hp. “mian aku membohongimu… jaes.. jaes bangun…” meremas tangan jaes. “oppa tau akhir-akhir ini kau kesal karena oppa jarang pulang. Tapi untuk 3 hari ini. Oppa minta libur agar bisa bersamamu. Oppa mohon kamu bangun…”

“eomma(ibu)… oppa(kakak)… APPA(AYAH)!!!” ngigo sambil nangis.

“jaes.. jaes.. jaes… aduh badanmu panas sekali.. jaes… jaes…”

“eomma… oppa.. appa.. jangan tinggalkan jaes min sendiri. Jaes min takut.. jaes min takut sendrian tanpa kalian… jebal… jangan pergi… kalo kalian pergi. Jaes min ikut..”

“jaes.. jaes… hei.. bangun…”

“…” membuka matanya pelan-pelan. “oppa…” menangis.

“kamu tadi ngigo, ada apa?”

“aku..aku.. hum…” T_T

“ya sudah.. jangan bicara lagi. Badanmu panas sekali.. kau sakit. Kita ke RS ya?”

“…” tertunduk.

“ada apa? Jangan sungkan. Kau adalah dongsaeng oppa”

“tapi dongsaeng angkat bukan kandung.. aku juga sudah menyusahkan oppa..”

“oppa tahu. Oppa tahu kau dongsaeng angkat. Tapi oppa sudah menganggapmu dongsaeng kandung. Oppa sudah gak mau kehilangan dirimu lagi. Oppa sayang, oppa cinta, oppa menyukaimu jaes min..” memegang pundak jaes min. “yeongwonhi.. noe, nae sarang..(selamanya.. kamu cintaku” memeluk jaes min. Jaes langsung terdiam membisu. “oppa sangat mencintaimu lebih dari apapun. Waktu pertama oppa bertemu dengan mu. Oppa sudah memendam rasa cinta ini padamu… oppa tak mau kehilanganmu. Kau adalah jantung hati oppa yang tak pernah akan hilang…” aku langsung mengeratkan pelukanku ini.. jaes hanya diam dan diam.

“oppa…”

“seseorang yang oppa cintai itu hanya kamu. Bukan yeoja lain.. oppa sayang.. oppa cinta.. tapi itu mustahil padamu. Kau sudah menganggapku sebagai oppamu sendiri…”

“..” jaes langsung mengangkat tangan pelan-pelan lalu memeluk youngsaeng. “aku juga sama seperti mu oppa. Tapi aku bukan orang yang terbaik untukmu.. carilah yeoja yang lain.. jangan aku… aku tak pantas buat oppa…”

“aniyo.. kau adalah yang terpantas untuk oppa. Oppa tak mau kehilanganmu..” menaikan dagu jaes. Dan sekarang wajah kita sama-sama berkatakan. Lantas saja. Aku mendekatkan wajahku ini ke arah wajahnya jaes min. Waktu wajah kita berjarak 2 cm. Aku melihat jaes menutup matanya. Dan tiba – tiba lemas lalu jatuh ke bahuku.

~~my young sister is my love~~

Sesampainya di rumah sakit. Aku terus mendorong tempat tidur roda itu. Pada saat di ruang UGD. Aku di suruh untuk menunggu di luar. Hatiku terus berdetak kencang. Dan tak lama SS datang dan pergi ke arahku.

“hyung…” kata hyung joon.

“hei.. jaes kenapa?” tanya jung min.

“jangan tanya dulu. Saeng mungkin lagi stres.. kita diamkan dia dlu…” kata kyu jong.

“tabah ya saeng..” kata hyun joong.

“jaes.. jaes.. dia…”

“dia kenapa hyung?” tanya hyung joon.

Aku langsung tertunduk memegang kepalaku ini. Semua begitu rumit.

1 jam, 2 jam, sudah lewat.. akhirnya salah satu dokter datang ke arahku.

“maaf.. kau kakaknya?”

“iya dok..”

“mari ikut saya.. ada hal penting yang ingin saya bicarakan. Yang lain sudah bisa masuk”

“iya dok” kata SS serentak tanpa aku. Aku langsung mengikuti dokter dari belakang. Sedangkan yang lain masuk ke ruang UGD.

Di ruang UGD

“annyeong…” kata jung min.

“suuutt… diam.. jaes lagi tidur…”kata hyun joong yang langsung mendekat ke arah jaes.

“liatlah.. wajahnya sungguh lucu…” kata kyu jong.

“iya kyu.. kalo aku menyukainya gimana ya” kata hyung joon. Akhirnya hyun joong mengetok kepalanya. “aduh!!”

“gila ya.. inikan gebetanku… dan juga gebetan saeng.. jadi kau gak boleh” kata hyun joong.

“enak aja..ini gebetan saeng bukan elo… dasar…”

“hehehe..” cengir hyun joong.

“wajahnya kok pucat gitu ya.. liat deh.. tangannya lemes gini” kata jung min sambil mengayun ayunkan tangan jaes ke udara.

“eh minnie.. tangannya jangan di gituin. Kasihan…” kata kyu jong.

“heheh mian…” menaruh kembali tangan jaes lalu mengelus-ngeluskanya.

~~my young sister is my love~~

       Aku berjalan sedikit lesu karena mendengar ucapn dokter. Aku tak percaya akan hal itu. Kenapa tuhan menakdirkannya seperti itu… apa salahnya…

>FLASH BACK<

“adikku menderita kanker otak stadium 4. kekuatan hidupnya sangat begitu rendah…”

“apa? Dok.. adakah cara untuk menyembuhkanya?”

“cara menyembuhkan sih ada. Tapi lewat terapi. Ada kalanya pasien yang menderita kanker otak mengikuti terapi meninggal karena umurnya sudah tak cukup lagi..”

“sampai kapan dongsaengku bisa bertahan?”

“kurang lebih bulan atau minggu ini. Karena kalau saya tafsirkan. Adik anda mengalaminya sudah lama. Atau ada faktor keturun. Sulit memperkirakannya. Tapi cobalah untuk berdoa. Mungkin tuhan akan memberikan jalan untukmu. Karena hidup, umur ada di tangan tuhan..”

>FLASH BACK A END<

Sesampainya di depan kamar UGD. Aku masuk seperti orang sempoyongan. Hyun joong melihat ke arahku. Dan langsung memegang kedua pundakku ini.

“kau kenapa?”

“aku gak pha-pha kok…”

“sini..” merangkul diriku yang begitu lemas. “tadi kata dokter apa?”

“kata dokter jaes bisa sembuh kok…”

“ah.. bohong nih.. jelas-jelas… wajahnya mengambarkan dirimu sebegitu sedihnya. Ada apa? Critakan saja..”

“huft~~ kata dokter jaes menderita kanker otak stadium 4. dan hidupnya hanya tinggal minggu atau bulan ini..” aku langsung duduk di kursi yang bersampingan dengan jaes. Aku langsung mengeratkan tangan begitu kuat agar dia tak pergi dari hidupku ini.

“APAAAA!!!!” kata SS serentak.

*OST Only me by jung min on*

“padahal, aku ingin memberinya sesuatu. Menyenangkannya. Aku ingin melihat dia tersenyum.. kasihan dia. Sudah di tinggal appa eommanya. Aku sangat mencintainya dari apapun… dia adalah penyemangat hidupku. Dia penyejuk relung hatiku..”

“sudahlah hyung.. kau yang tabah ya.. aku yakin jaes pasti akan sembuh kok.” Kata hyun joong sambil mengelus-ngelus pundak saeng.

“pulanglah.. biarkan kami yang menjaganya. Ntar sore baru kau balik.” Kata kyu jong.

“tapi..”

“tapi apa? Sudahlah. Tenangkanlah dirimu di rumah. Ntar sore baru kau kembali.”

“baiklah. Goemapta(trimakasih) karena kalian mau membantuku…”

“itu namanya tim yang baik. Ya sdah. Pulanglah…” kata jung min.

“aku pergi ya..”

“iya,..” SS serentak. Aku langsung keluar dan pulang ke rumah.

*OST OFF*

Sesampainya di apartement. Aku langsung masuk ke dalam lift. Dan setelah sampai di lantai 14. aku masuk ke kamar. Melihat sekeliling rumah yang rapi dan bersih. Begitu sepi. Inilah yang mungkin jaes rasakan saat aku tak pulang.

Aku langsung menjajakan kakiku ke kamarnya. Kamarnya begitu rapi. Aku duduk di tempat tidurnya lalu menyandarkan tubuhku ke bantal tidur. Tapi saat aku mau menidurkan kepalaku sejenak. Aku merasakan ada suatu benda yang ada di bawah bantal itu. Aku langsung mengangkat bantal kepala. Dan akhirnya aku menemukan diary berukuran 17×20 cm. Aku langsung mengambilnya dan membaca.

8 april 2010.

Dear diary.

Dear.. aku mau curhat nih. Sebenarnya malu terhadap diriku sendiri. Sudah 5 tahun aku bersama saengie oppa. Apa aku begitu bodoh ya.. aku hanya numpang di rumahnya. Oppa juga begitu baik terhadapku. Aku binggung. Tapi aku juga berfikir. Kalo aku pergi dari rumah. Aku harus tinggal di mana? Kenapa aku sebegitu munafiknya ya? Apa aku bodoh? Oh tuhan.. berilah jawabannya.

Thanks.

9 april 2010

Dear diary.

Dear.. tadi aku.. aku tadi.. ha ah! Ribut deh.. tadi aku nonton tv. Tapi tiba-tiba hidungku terus mengeluarkn darah. Apa aku sakit? Oh no.. kalo oppa tahu… oppa pasti akan khawatir. Oppa kan harus bekerja. Hum… mudah-mudahan ini sakit biasa ya..

Thank.

10 april 2010

Dear diary.

Dear.. aku tadi mimisan lagi.. kenapa 2 hari berturut-turut aku terus mimisan. Apa aku sakitnya parah? Ya ampun.. aku takut kalo hal ini terjadi. Oppa akan khawatir. Tuhan.. tolong jaga kesehatanku ini.. aku takut aku pergi meninggalkan oppa.. aku blum bisa pergi jauh darinya… jangan ambil nyawaku dulu ya tuhan.. tapi setelah aku membahagiakan oppa. Kau boleh mengambil nyawaku…

Thank.

11 april 2010.

Dear diary.

Yey!! Tadi aku ikut oppa latihan. Gerakannya keren banget. Tadi si hyun joong oppa genit banget. Masa dia deket-deket aku trus. Gila kali ya tuh orang. Tapi ada pahlawanku. YOUNG SAENG OPPA. Hahaha… seperti crita yang di dongeng saja ya.. aku sayang… banget ma young saeng oppa.. saking sayangnya. Shal hijau yang ku buat saat dia tak ada di rumah, selesai. Ntar tanggal 14 april nanti. Aku akan memberikan ini kepadanya. Hum.. apa oppa tahu ya tanggal ultahku ini.. udah dulu ya. Aku ngantuk nih.. dah..

Thank you.

12 april 2010.

Dear diary

Yeah yeah.. ^^ oppa pulang… uh.. tadi aku seperti anak kecil. Seenaknya aja tidur di pahanya. Eh tau-tau pas denger critanya aku ketiduran.. bodoh!!! Tapi dear. Aku tadi merasakan ada yang mencium keningku ini.. siapa ya? Apa oppa? Ah pasti gak mungkin.. tadi aku bete… banget.. oppa tak pulang ke rumah. Eh tau-tau oppa hari ini pulang. aku buatkan makan special untuknya. Oppa begitu lahap memakan makananku itu. Oia. Aku tidur dlu ya. Udah jam 11 nih.. dha..

Thanks.

~~my young sister is my love~~

aku langsung menitikan kedua air mataku ini. Aku sudah tak tahan mengeluarkannya. Ternyata 5 hari ini. Jaes sudah merasakan ada yang menganjal di tubuhnya. “Kasihan..jaes.. mianhae.. oppa menyayangimu… “ aku langsung melihat ke arah kiri. Sebuah bingkai foto terpajang di meja. Gambar yang aneh. Jaes mencium pipiku ini. Aku hanya tersenyum melihat tingkah lakukanya seperti anak kecil huft.. 5 tahun kita bersama. Apakah 5 tahun ini adalah akhir dari segalanya? “Tuhan.. kuatkanlah dongsaeng ku itu… aku tak sanggup melihatnya terbaring. Hari ini tanggal 13 april. Aku harus mencari hadiah untuknya. Besok adalah ulang tahunnya. Aku harus membuat dia bahagia… ya harus..”

aku langsung pergi ke luar apartement.masuk ke mobil dan pergi tempat hadiah yang harus ku beri.

*young saeng POV end*

Di rumah sakit..

“aduh…” kata jaes sambil memegang kepalanya.

“kamu sudah bangun?” tanya hyun joong.

“ya dong oppa. Tapi aku di mana? Kenapa tanganku ada selang gini…”

“aduh.. babo(bodoh) sekali. Kau di rumah sakit. Di tanganmu itu infus…” kata hyung joon.

“oh gitu ya.. young saeng oppa mana?”

“pulang. Kami suruh dia mandi…”

“oh gitu.. oppa.. bisa membantuku?”

“siapa yang kau panggil?” kata jung min.

“oppa jung min aja deh.. bisa kan?”

“kalo gak berat bolehllah oppa bantu. Apa yang harus oppa bantu?”

“tolong ke apartement. Masuk ke kamarku lalu buka lemari sebelah kiri. Ambil kotak di bagian atas. Bisa kan?”

“bisa. Itu masalah gampang. Mana kuncinya?”

“aduh oppa.. aku tak bawa kunci. Seingatku. Aku pingsan lalu aku terbangun sudah ada di rumah sakit… ah ya sudah.. tolong ambilkan aku pulpen dan kertas putih saja…”

“ini jaes…” kata kyu jong sambil membawa kertas dan pulpen.

“nah.. jung min oppa bisa bantu aku kan.. yang lain tlong keluar sebentar… mian..”

“ya.. ya sudah deh.. kita keluar.” Kata hyung joon. Dan semua keluar. Hanya jung min saja.

“trus?”

“gini.. aku bicara, oppa tulis. Bisa kan..?”

“ya bisa dong… ya sudah. Sekarang mulai.”

“13 april 2010. oppa.. ini surat dan kado untukmu. Meskipun ultahmu masih lama., kekeke.. ini rajutan yang ku buat dengan kasih sayang untukmu. Semoga kau memakaikannya. Oia.. saat ku berikan surat ini.. oppa sudah harus memberikan kado ultah buatku…”

“emang bsok kamu ultah ya?”

“heheh.. iya… LANJUTKAN oppa. Oppa.. mungkin ini hal yang terakhir yang ku berikan untukmu. Oppa. Makasih atas semua kasih sayang kau berikan padaku. Semua hal itu sudah tak bisa ku balas. 1 kecupan saja aku belum pernah memberikannya untukmu. Meskipun hal itu tak boleh di lakukan hehehe…. Oppa.. aku sangat mencintaimu. Tapi itu tak mungkin. Aku tahu umurku akan segera berakhir. I’m so happy. Oppa. Mungkin saat oppa membaca ini. Oppa akan bersedih. Tapi jaes mohon. Oppa jangan sedih ya. Oppa harus kuat menerima kenyataan. Ingatlah motto hidupmu. ALWAYS SMILE IN LIFE. Hehehe.. OPPA.. sarang han da (aku mencintaimu)…”

“…” nangis.

“oppa kenapa?”

“kamu gak liat oppa nangis gini?”

“mianhae… kata-katamu itu bikin oppa bercucuran air mata. Ini saja kah…?”

“iya.. makasih ya sudah membantuku.. oppa pas sore tolong ambilkan kotak yang ku minta ya. Itu hadiah buat saengie oppa… please…”

“iya oppa akan ambilkan…”

“thank you… hehehe”

~~my young sister is my love~~

Ke esokan harinya.

Jaes min masih tertidur. Semuanya sudah bangun. Akhirnya mereka sepakat untuk membangunkan jaes, mereka langsung bernyanyi. “saengil chukkai hamnida… saengil chukkai hamnida… saranghaneun jaes min. Saengil chukkai hamnida..(selamat ulang tahun.. selamat ulang tahun.. selamat ulang tahun jaes min..selamat ulang tahun..).” semua pun binggung.  Young saeng langsung khawatir. Di mendekat ke arah jaes. Memegang denyut nadinya. Tapi sudah tak terasa.

“KIM JAES MIN!!!!” teriak saeng. SS langsung membawanya duduk di sofa.

Semua dokter langsung datang. Dia memeriksa ke adaan jaes. Tapi..

“tutup suster..” kata dokter sambil mengeleng menunduk.

“baik dok…”

“JAES!! JANGAN TINGGALIN OPPA..” Kata young saeng sambil membuka kain yang sudah menutup wajah jaes min. “jangan tinggalkan oppa.. hari ini kau ultah kan? Oppa membawakan hadiah untukmu. Bangun jaes.. bangun..” mengoncangkan-goncangkan tubuh jaes. Tapi jaes sudah gak bangun lagi. Young saeng lalu menunduk menangis. SS langsung menenangkan dirinya.

Keesokan harinya.

*OST only one day (haruman) by SS501*

Setelah pemakaman. Saengie begitu terpukul, SS selalu menghiburnya. Akhirnya jung min mengingat sesuatu, dia langsung pergi ke kamar jaes, semuanya tampak binggung. Akhirnya jung min keluar dengan sebuah kotak kecil. Dia lalu memberikannya kepada saengie. “ini semua dari jaes, dia menyuruhku untuk memberikannya padamu.” Kata jung min. Saeng lalu mengambilnya. Di membuka surat yang pertama kali di berikan jung min,

~~my young sister is my love~~

13 april 2010.

Oppa.. ini surat dan kado untukmu. Meskipun ultahmu masih lama., kekeke.. ini rajutan yang ku buat dengan kasih sayang untukmu. Semoga kau memakaikannya. Oia.. saat ku berikan surat ini.. oppa sudah harus memberikan kado ultah buatku.

Oppa.. mungkin ini hal yang terakhir yang ku berikan untukmu.

Oppa… Makasih atas semua kasih sayang yang kau berikan padaku. Semua hal itu sudah tak bisa ku balas. 1 kecupan saja aku belum pernah memberikannya untukmu.

Meskipun hal itu tak boleh di lakukan. Oppa.. aku sangat mencintaimu. Tapi itu tak mungkin. Aku tahu umurku akan segera berakhir. I’m so happy. Oppa. Mungkin saat oppa membaca ini. Oppa akan bersedih. Tapi jaes mohon. Oppa jangan sedih ya. Oppa harus kuat menerima kenyataan. Ingatlah motto hidupmu. ALWAYS SMILE IN LIFE. Hehehe.. OPPA.. sarang han da

Love

KIM JAES MIN

~~my young sister is my love~~

Youngsaeng langsung menangis, semuanya juga ikutan bersedih. Yang paling deras adalah jungmin. Karena yang menemani saat-saat terakhir jaes adalah dirinya sendiri. Young saeng lalu membuka kotak kecil itu dan menemukan shal hijau panjang. Dan di sudut shal. Tertulis namanya dan nama jaes sendiri. Youngsaeng lalu memeluk shal itu.

“oppa akan memakainya  untukmu.. oppa janji oppa tidak akan merusakannya. Oppa janji… oppa janji jaes.. oppa sudh merelaka dirimu pergi. Mungkin ini semua sudah di takdirkan untukmu dan untuk oppa… jaes min…” menangis. SS juga menangis. Hujan lalu trun deras, seperti ikut menangis. Dari teras apartement. Terlihat bayangan jaes. Dia tersenyum. Lalu menghilang dengan perlahan. Jung min melihat itu. Dia hanya melambaikan tangan ke arah jaes.

“good bye dongsaeng…” kata jung min.

Semua binggung. Mereka lalu melihat ke arah jung min. “ada apa? Tadi aku Cuma mengatakan hal itu ke jaes.. dia ada di teras itu..” menunjuk teras. Tapi sudah tak ada jaes, “o..owh..”

“mungkin aku sudah tak melihatnya lagi. Tapi aku selalu mengingatnya di hati ini..” kata saeng menghapus air matanya.

“oh young saeng.. kau…” kata hyun joong. Mereka semua langsung memeluk young saeng.

Tamat…

gimana? sedih kah? atau aneh kah??? hehehe.. jangan lupa RCLnya ya.. oia.. jangan di copy sembarang ya.. kalau mau copy harap beritahu aku ^^ thx banget. gamsahamnida ..annyeong ^^

Entry filed under: FanFiction, Genre, Indonesia, Language, Life, One Shoot, PG, Sad Romance, SS501. Tags: .

[FF REQUEST] My Umbrella Girl [FF/CHAPTERED/PG-16] Psycho Chap 2

3 Comments Add your own

  • 1. pinky_girl  |  September 7, 2011 at 1:28 PM

    ka boleh kasih comment de??hehe..kalo kata ak, dari segi ceritanya udah bagus,,tapi kalo dari segi kata” nya agak kurang, soalnya ada yang baku, ada juga yang engga, kalo menurut ka, biar orang bacanya enak, kalo de mu bkin kata” itu baku, mnding dari awal baku semua, tapi kalo ga baku, dari awal juga ga baku semua…tapi so far so good ko de,,,next ff lbih d prbaiki lg az kata” nya…..

    ceritanya udah sdih bgt,,,,ka suka..;) Hwaiting….

    Reply
    • 2. princessmelody  |  September 7, 2011 at 1:32 PM

      oh ne ne… ntar lain ff yang aku ngepost bakal aku aku koreksi.. hehehe ^^

      Reply
      • 3. pinky_girl  |  September 7, 2011 at 2:41 PM

        ia siip de..keep writing..;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 513,030 hits

Day by Day

September 2011
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: