[FF/CHAPTERED/PG-16] Psycho Chap 2

September 7, 2011 at 5:40 PM 5 comments

Title : Psycho

Author : Sarah Sucia Adler

Rating : PG-16

Casts : Cho Kyuhyun, Park Chae Rin, Song Joong Ki and other

Genre : Romance

Length : ? shot

Part : 2 of ?

Disclamer : I don’t own the Super Junior characters here. They belong to God and themselves.  This story is only a fiction. So please don’t sue me.

***

From: Namja mesum

Kau lama sekali datangnya? Aku mengantuk nih. Kunci kutaruh di bawah keset. Aku mau tidur dulu sebentar sebelum mengejarimu. Oke?

Sejujurnya aku takut sekali harus ke rumahnya untuk belajar. Tapi aku tidak punya pilihan lain. Kami membuat kesepakatan, kalau belajar Biologi di rumahku sedangkan matematika di rumahnya, dia bilang supaya kami merasa asing di tempat baru dan tidak main-main belajarnya. Kupikir itu benar, lagi pula saat mengatakannya sepertinya dia sedang waras. Dengan agak ragu aku mengiyakan.

Sekarang aku dalam perjalanan ke apartemennya. Ketika sampai aku langsung mengambil kunci di bawah keset lalu masuk. Wah, apartemennya mewah untuk ukuran anak SMA. Tidak ada siapa pun di sini. Aku berkeliling sambil mengamati. Ada foto keluarga di dekat TV kurasa itu saat Kyu sunbae masih kecil, ah dia punya kakak perempuan, cantik sekali. Aku masuk ke kamarnya. Dia sedang tertidur. Kamarnya cukup rapi dengan didominasi warna putih. Aku menghampirinya dan kutepuk bahunya pelan.

Sunbaesunbae… aku di sini…” dia membuka mata dan tersenyum, sedang waras rupanya.

“Kau datang? lama sekali sih…” aku tidak menjawab, dia beranjak ke kamar mandi. “Tunggulah di ruang tamu, keluarkan buku-bukumu. Aku mandi dulu sebentar, kalau mau minum buat saja sendiri ya.”

“Ah, Sunbae, kunci…” aku menyerahkan kuncinya.

“Bawa saja, kau bisa kemari kapan pun kau mau.” Dia masuk ke kamar mandi.

Em? Maksudnya apa sih? Aku ke ruang tamu lalu mengeluarkan buku-buku matematikaku di meja. Aku ke dapur dan membuat dua gelas lemon tea. Kutaruh satu di atas meja dn yang satunya kubawa menuju beranda. Aku membuka jendela dan berdiri di beranda sambil menatapi kota Seoul yang indah.

“Maaf menunggu lama,” dia memelukku dari belakang. Aku bisa menghirup aroma samponya.

Sunbae, bisakah kau melepaskanku?” aku agak berontak.

“Tidak, biarkan saja begini, sebentar saja…” suaranya berubah sendu. Aku diam, aku tidak tega padanya. Aku membiarkannya tetap memelukku. “Aku benar-benar mencintaimu…” ujarnya lagi. Aku tersentak tapi juga tidak menjawab.

“Kenapa tiba-tiba mencintaiku? Kita bahkan tidak saling kenal sebelumnya,” kataku pelan.

Love at first sight,” dia melepaskan pelukannya lalu memutar tubuhku ke hadapannya. Dia mengambil gelas dalam genggamanku lalu menaruhnya di lantai. Dia menyudutkanku ke tembok seperti waktu itu, kali ini sangat lembut. Dia menyentuh wajahku dengan telunjuknya, aku menutup mata menikmati, dia menyentuh bibirku, kemudian dia menciumku dalam-dalam. Aku sengaja membuka mulutku agar lidahnya masuk. Dia mengabsen satu per satu gigiku lalu menyedot lidahku. Entah mengapa jika dia sedang begini lembut aku tak ingin jauh darinya, aku ingin disentuh olehnya.

Ciumannya turun ke leherku, dia mengecup, menggigit dan menyedotnya dengan kuat. Sepertinya akan berbekas.

Su… sunbae…” bisikku. Dia berhenti dan menyeka saliva-nya.

“Nanti kebablasan, ayo belajar,” dia merapikan rambutku yang berantakan karenanya. “Aku suka sekali melihat kiss mark itu,” katanya sambil tersenyum

***

“Joong-ah, dia benar-benar menyeramkan… dia bisa berubah tanpa kuketahui, aku… takut…” jelasku pada Joong Ki.

“Chae Rin, sebelumnya aku mau bertanya dulu, boleh?” aku mengangguk. “Sejak kapan kau dekat dengan Kyuhyun sunbae? Bukankah dulu kau sampai pernah bersumpah untuk tidak berurusan dengannya? Aku sampai kaget loh ketika dia bilang kalian berpacaran.”

“Ah aku… juga tidak tahu, tiba-tiba saja aku bertemu dengannya, bertabrakan di dekat toilet, lalu dia memintaku menjadi pacarnya.” Aku menyensor sedikit kejadian waktu itu.

“Dan kau dengan mudahnya mau?” aku menghela napas. Joong Ki masih menatapiku penuh selidik.

“Tidak, tentu saja tidak, seperti yang kau tahu, aku tak ingin ada urusan dengannya. Tapi dia mengikuti terus ‘kan? Aku minta kita pulang lewat belakang karena dia menungguku di lapangan, tapi ternyata dia malah sudah stand by di belakang. Waktu itu kenapa kau malah membiarkanku bersamanya? Padahal aku sudah memelas memintamu menahanku –walaupun hanya dari ekspresi wajah.”

“Kukira kalian memang benar pacaran, lagi pula waktu itu kau sedang ada masalah ‘kan? Aku tidak bisa menghiburmu, jadi kupikir bersama kekasih untuk beberapa waktu mungkin menyenangkan,”

“Ah, terima kasih telah memikirkanku Joong-ah…”

“Lalu, soal kepribadiannya itu?”

“Ya, aku bingung, kupikir dia sinting dengan cepat berubah sikap, ketika dia sedang kasar dia selalu bernafsu melihatku –entah itu nafsu birahi atau nafsu menyakitiku– tapi ketika dia sedang lembut aku selalu ingin disentuhnya, ah kupikir aku juga gila…”

“Aku tidak mengerti…” Joong Ki menggaruk kepalanya.

“Aku juga Joong-ah…“ Joong Ki menatap leherku penuh selidik. “Wae?” tanyaku ketus.

“Coba lihat sini…” dia menyingkap rambutku yang tadi menutupi leher, dia memiringkan kepala melihatnya. Dia menyentuh leherku. Oh? Jangan-jangan dia melihat.

Ya! Apa yang kau lakukan?” aku memukul tangan Joong Ki.

“Liat ah…” dia kembali memegangi leherku. “Kemarin melakukan apa? Baru juga beberapa minggu sudah begini liar, dasar…” gumam Joong Ki pelan.

“Apa yang kalian lakukan?” teriak seseorang. Sontak kamu berdua menoleh. Kyuhyun sunbae menatapi kami dengan tajam. Matilah aku, dia pasti kumat.

Joong Ki melepaskan tangannya dari leherku. Kami bertatapan agak lama.

Su… Sunbae… ini tidak seperti yang kau pikir…” aku berjalan ke arahnya.

“Diam aku akan menghajarnya dulu,” Kyuhyun sunbae mau menghampiri Joong Ki, tapi kutahan.

“Kumohon… aku bisa jelaskan,”

“Kamu itu punyaku! Ingat itu!” dia berteriak kencang sekali. Aku takut sekali.

“Iya… iya… aku milikmu…”

Ya! Sunbae… jangan berteriak begitu, kau lihat Chae Rin ketakutan?”

“Tidak perlu pedulikan dia lagi! Dia urusanku dan kau…”

Sunbae cukup, kumohon… Joong-ah, jangan katakan apapun lagi…” Kyuhyun sunbae menarikku ke luar kelas. Dia membawaku  ke suatu tempat, sepertinya ini gudang. Dia melemparku ke dinding, sakit sekali hingga aku beringsut ke lantai. Aku memegangi bahu yang tadi terbentur. “Ssssssh… sakit…” ringisku.

“Dengarkan aku,” dia mencengkram leherku membuatku mendongak menatap matanya yang penuh amarah. “Dengar jalang! Kamu cuma punyaku, aku tidak akan membiarkan siapa pun menyentuhmu! Arra?” aku mengangguk cepat. Dia memegang leherku. “Apa ini? Apa dia yang melakukannya? Dasar jalang!”

Anniyo, Sunbae… dia tidak melakukannya…”

“Apa? Jadi ada namja lain? Berapa namja yang menciumimu dalam semalam?”

Plak. Aku menamparnya keras. Sialan! Dia kira aku wanita macam apa? Dia kira aku pelacur?

Kyuhyun sunbae menjambak rambutku ke belakang hingga aku mendongak.

“Kau berani menamparku? Hah? Kau berani?” dia berteriak makin keras. “Katakan siapa yang menciumimu?”

“Kau, Sunbae… kau yang melakukannya! Cuma kamu!” aku menangis sejadi-jadinya di sana. Dia gila. Dia yang menciumku dan dia malah bertanya siapa yang melakukannya. Dasar sinting. Di melepaskan jambakannya di rambutku. Dia memegang lagi tanda merah di leherku.

“Aku?” kujawab dengan isakan bernada aneh, dia memelukku. “Mianhae… mianhae…” bisiknya.

***

“Kita sudah selesai, silakan pulang, aku mau istirahat,” ujarku pelan. Kami telah selesai belajar. Sedari tadi aku hanya menerangkan dan Kyu sunbae mendengarkan sambil sesekali bertanya jika dia tidak mengerti. Cuma itu, aku masih teringat perlakuannya kemarin kepadaku, sampai menyebutku jalang segala.

“Chae…”

Sunbae… aku benar-benar sedang ingin istirahat, mengertilah,” mengertilah bahwa kau ini menakutkan, mengertilah bahwa aku takut ingin kau jamah ketika kau sedang begini manis, mengertilah bahwa aku takut tergila-gila padamu.

“Chae, kau masih marah…” tentu saja, tapi aku lebih takut daripada marah.

“Tidak, Sunbae… pulanglah…” dia menggenggam tanganku.

Mianhaemian menyakitimu,” dia mengecupnya dan memelukku. “Aku mencintaimu…” aku diam, tidak mau menjawab.

“Sudah? Pulanglah… besok kita bertemu lagi,” aku melepaskan diri darinya, mencoba bertahan untuk tidak balas memeluknya ataupun menginginkan sentuhannya. Dia membereskan beberapa barangnya dan bersandar di dinding dekat pintu.

Ppoppo, baru aku pulang,” dia tersenyum sangat manis seolah menghipnotisku.

A… anniyo… aku sedang tidak ingin… pulanglah, sudah malam,” dia menarikku ke hadapannya, dia mengambil tanganku dan menaruh sebelah di dadanya dan sebelah lagi di pipinya. Naluriku bicara lain, tanpa sadar aku mengelus pipinya, mengelus bibirnya lalu menciuminya dengan perlahan-lahan. Dia memalingkan wajahnya membiarkanku menciumi dagunya,  kuciumi juga lehernya, aku menyentuh belikatnya, itu adalah bagian tubuhnya yang paling ku suka. Kujilat dan kusedot tepat di atas belikatnya, sehingga menciptakan tanda sama seperti yang ada di leherku.

Dia diam saja, kalau pria lain pasti tangannya sudah ke mana-mana dan tak akan membiarkan dadamu menganggur, tapi dia diam, seolah membiarkanku menikmatinya sendirian, seolah ini adalah satu-satunya permintaan maaf yang bisa kuterima. Dia mempererat pelukannya dan tangannya tetap berada di pinggangku –aku tersadar bahwa hanya akulah yang berusaha menciuminya.

“Sudah?” tanyanya. Aku menatap matanya, dia tersenyum, indah, terlalu indah untuk kulihat. Aku menunduk menghindari sorotnya. Aku mengancingkan kembali kemejanya yang tadi kulepas. “Kalau kau mau lagi, bilang saja, atau kau boleh langsung menciumku.”

“Tidak. Aku bukan wanita jalang yang meminta seseorang untuk kucium. Maaf aku lepas kendali.”

“Haruskah aku bertanya tiap sejam sekali apa kau  mau menciumku?” tanyanya polos. Aku kembali menatapnya. Apa dia bercanda?

“Tidak…”

“Apa kau mencintaiku?” tanyanya cepat.

“Iya, aku mencintaimu, dirimu yang ini, dirimu yang manis dan lembut seperti ini, bukan yang satunya.” Jawabku jujur. Dia menatapku kemudian menghela napas panjang.

“Aku juga ingin menjadi diriku yang kau cintai, tapi itu sulit, aku tak bisa mengendalikan diriku sendiri.” Dia menunduk dengan wajah sendu. Jangan, jangan terlihat begitu sedih. Aku tidak bisa melihatmu begini.

“Sudahlah… aku mengerti, tidak apa-apa…” dia memegang tanganku yang sedari tadi menjamahi wajahnya.

“Maaf…” bisiknya lagi.

Aku terlalu lemah untuk tidak mencintainya, dia yang ini.

TBC

Entry filed under: Chaptered, FanFiction, Indonesia, PG, Romance, Super Junior. Tags: .

My Sister is My Love [FF REQUEST] From Bali with Love

5 Comments Add your own

  • 1. balqisariyum~  |  October 18, 2011 at 9:04 PM

    komentator comeback! dengan segala koemennya yg gajee hahhaha
    diksinya mulai kaya dulu lagi loh,
    ini jangan2 dibuatnya pas lagi galau kalo ngga, lagi kangen sama abang kyu~
    hahaha.
    hati-hati misstypenya ya,

    Reply
    • 2. sarahsuciaadler  |  October 18, 2011 at 9:14 PM

      hahaha engga emang sengaja dibuar alurnya kaya begitu *maksudnya banyakkissingnya kan? hahaha
      oke sip

      Reply
  • 3. r13eonnie 강 하이에나  |  October 20, 2011 at 12:19 AM

    ahahaha..dee…ka br smpet baca lg terusannya…;D

    sk sm karakternya kyu, wlopun yeremin tp salut sm chaerin nya bs sabar ngadepin ku yg psyco, hiihi….ka lanjut baca yah..^^

    Reply
  • 4. chiee  |  December 24, 2012 at 8:58 AM

    kyu pny kpribadian ganda….😦
    sereem…

    Reply
  • 5. Kkamjong  |  March 16, 2014 at 9:42 PM

    kyu punyak dua kepribadian kah?
    ktnggalan bca FF ne hadeh

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 512,714 hits

Day by Day

September 2011
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: