A New Year Stage

August 26, 2011 at 2:49 PM 4 comments

Pengenalan Tokoh:

 “Yuri! Bangunlah, hari ini kita ada acara besar”, suara kakak membangunkanku dari tidur nyenyak. Aku mengerjapkan mata dan mulai melirik jam dinding. Jam enam kurang lima belas menit. Berarti aku baru tidur lima belas menit. Lima belas menit yang lalu aku baru saja menyelesaikan acaraku dengan teman-teman girlband di atas panggung megah untuk menyambut tutup tahun. Dan malam ini, aku akan sepanggung lagi dengan mereka untuk menyambut tahun baru. Sungguh melelahkan, tapi karena aku memiliki kakak dan teman-teman yang berkecimpung di dunia yang sama, maka aku tidak akan merasakan lelah ketika bersama mereka.

Melihatku yang tak kunjung bangun, kakak duduk di ranjangku, “Kau masih lelah?”

Tadinya aku ingin menjawab ‘Ya’, tapi aku mengurungkan niatku karena melihat lingkaran hitam di bawah mata kakak. Malu rasanya mengatakan kalau aku sangat lelah, sedangkan kakak bekerja lebih keras daripadaku dan dia sama sekali tidak mengeluh. “Aniyo[1]. Aku hanya mengantuk saja”.

“Lekaslah bangun. Kita makan malam kemudian bersiap-siap ke kantor. Aku sudah mempersiapkan omelet kesukaanmu. Aku juga sudah memasak ramen. Kalau masih kurang, aku akan menelepon pesan antar?”

“Ah tidak perlu oppa[2], aku tidak begitu nafsu makan. Aku baru bisa makan lahap ketika acara sudah selesai. Mungkin itu pengaruh dari kegugupanku”.

“Bagaimanapun kita perlu energi. Baiklah, ayo kita makan”, ajak kakak sambil mengelus rambutku. Kami berdua menuju ke ruang tengah untuk makan malam. Aku selalu kagum kepada kakakku ini, dia selalu bisa menyajikan makanan dengan baik. Dalam hati aku sangat malu padanya, harusnya sebagai adik perempuan akulah yang harus mengurusnya. Namun dengan pekerjaan kami yang sangat memakan waktu, jadinya kami secara bergantian melakukan pekerjaan rumah tangga: jika kakakku yang memasak, maka aku yang mencuci piring.

Tidak banyak pembicaraan yang kami lakukan di meja makan kali ini. Biasanya, kami akan menceritakan banyak hal saat makan, karena ini satu-satunya tempat kami bertemu ketika sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Walaupun topik pembicaraan kami tidak begitu jauh dengan pekerjaan kami, aku tidak merasa bosan. Mungkin kali ini kami tidak bisa berkata apa-apa karena inilah pertama kalinya kami akan bertemu di panggung, boyband dan girlband dengan anggota terbanyak di Korea.

Aku dan kakakku memiliki kegemaran di bidang yang sama, seni. Mungkin ini bakat yang diturunkan oleh ibu kami. Kakakku memiliki keahlian di bidang menyanyi tapi ia lemah di bidang menari, sedangkan aku sebaliknya. Beberapa tahun yang lalu, sebuah perusahaan musik mengadakan audisi untuk boyband dan girlband. Kami berdua yang masih duduk di bangku sekolah sama-sama tertarik dan akhirnya ikut audisi tanpa sepengetahuan orang tua. Ketika perusahaan benar-benar memutuskan bahwa kami lolos, barulah kami memberitahu ayah dan ibu. Saat itu, aku menyaksikan dialog yang tajam antara kakak dengan ayah. Ayah ingin kakak menjadi penerus perusahaan keluarga kami. Ayah ingin mengandalkan kakak karena ia adalah anak pertama. Namun, aku tahu kakak tertarik di bidang lain saat itu.

“Bagaimana bisa anak seorang pengusaha menjadi entertainer?”, ungkap ayah saat itu.

“Ayah, sejak dulu aku selalu tertarik dengan musik. Ijinkanlah aku mengejar impianku yang tinggal selangkah ini. Aku akan sangat menyesal kalau ayah menyuruhku mengundurkan diri. Sama seperti ayah yang membanting tulang membangun perusahaan kita, akupun bekerja keras demi mendapatkan impianku ini”, aku kagum dengan pernyataan ini. Perkataan dari seorang bocah yang masih duduk di bangku SMP. Perkataan dari seseorang yang ingin mempertahankan hasil dari kerja kerasnya. Aku yakin saat itu pun ayah terkejut mendengar pembelaan kakak.

Karena ayah tidak berkutik, kakak memberi sebuah jaminan pada ayah, “Ayah, percayalah padaku. Aku akan tetap meneruskan sekolahku dan kuliah di tempat manapun yang ayah mau asalkan ayah mau merestuiku…”

“Akan aku pegang janjimu, tapi buktikan padaku kerja kerasmu”, kemudian ayah pergi dari hadapan kakak.

Aku dan kakak lega karena ayah memberikan ijin, walau kakak harus merelakan pendidikannya disetir. Aku sebenarnya merasa bersalah karena ayah tidak memberatkanku ikut latihan, sedangkan kakak sampai memberikan jaminan. Lambat laun hati ayah mulai lunak melihat betapa kerasnya kami mengejar impian setelah audisi. Kami harus menjalani latihan selama berbulan-bulan. Kegiatan kami padat untuk anak sekolah: bangun pagi, sekolah sampai siang hari, pergi ke tempat latihan dan melakukan latihan menyanyi atau menari, pulang malam hari, mengerjakan PR, sisanya kami gunakan untuk makan dan istirahat. Itu semua kami lakukan setiap hari, kecuali Minggu. Kedua orang tua kami luluh dan mulai menyadari bahwa kami butuh perhatian lebih, maka ibu selalu mengingatkan kami untuk tidak lupa makan, dan ayah selalu menemani ketika kami mendapatkan tugas sekolah. Adakalanya kalau kami sedang ingin berlibur, ayah akan membawa kami dengan mobilnya di hari Minggu.

Ada waktu yang berat bagi kami ketika kami mendengar kabar bahwa anggota yang diterima audisi belum tentu akan debut sebagai boyband dan girlband. Saat itu aku dan kakak merasa takut, bukankah kalau kami tidak debut, perjuangan kami akan sia-sia? Orang tua kami pun selalu menguatkan kami, mereka tidak akan membiarkan kami untuk putus asa dan mencoba bunuh diri, seperti yang dilakukan banyak artis Korea. Ibu kemudian lebih sering menemani kami ke tempat latihan, mencoba untuk mengakrabkan diri dengan orang tua anggota lain dan juga berusaha menjadi ibu bagi anak-anak mereka. Melihat perjuangan ibu, akhirnya kami pun sadar bahwa kami tidak bekerja keras sendiri.

Tahun 2005, kakak mulai debut dengan boybandnya, sedangkan aku masih harus khawatir sampai tahun 2007. Akhirnya, orang tua kami menyewakan apartemen untuk kami berdua di dekat kantor manajemen sementara teman-teman kami tinggal di asrama. Umumnya mereka tinggal jauh dari kota. Masyarakat Korea mulai mengenal kami sedikit demi sedikit. Awalnya mereka penasaran karena kami dikira hanyalah sebuah proyek percobaan dengan anggota terbanyak: boyband kakakku bernama Super Junior beranggotakan 13 orang sedangkan girlbandku bernama So Nyeo Si Dae (Girls’ Generation) beranggotakan 9 orang. Kemudian kami akhirnya bisa membuktikan penampilan kami, hasil dari latihan yang berbulan-bulan. Tapi yang terpenting adalah, ayahku akhirnya membebaskan pilihan kakak untuk sekolah di manapun karena kakak berhasil memukau ayah lewat konser pertama Super Junior.

Kulihat kakak sudah selesai dengan makan malamnya. Aku memang lamban saat makan, kakak selalu menemaniku sambil bercerita sampai aku menyelesaikan makan malamku. Satu hal yang tidak pernah ia tinggalkan adalah cerita tentang teman dekatnya di Super Junior. Kakakku adalah anggota termuda, ia mendapat banyak perhatian dari anggota lain. Walau ia anggota termuda, ia tidak pernah mau dianggap sebagai ‘adik’. Kakakku ini, orang yang sangat usil ketika ada anggota lain yang menganggapnya sebagai ‘adik’. Namun ada satu anggota yang ia kagumi sejak ia bergabung dengan Super Junior. Namanya DongHae. Biarpun kami satu manajemen, selama ini aku belum pernah secara langsung bertemu dengan anggota Super Junior yang lain. Aku hanya mendengar dari cerita kakak kalau DongHae itu memberikan perhatiannya dengan cara lain. Ia tidak menggurui atau sok senior. “DongHae akan mendekatimu dengan apa yang kamu suka”. Kakakku suka mendengarkan musik ballad, jadinya DongHae akan memberitahu lagu ballad yang ia suka dan mendengarkannya bersama kakak. Kakak juga suka bermain game, maka DongHae akan menghabiskan waktu dengan kakak di depan laptop masing-masing. Awalnya kakak mengira mereka berdua cocok karena memiliki hobi yang sama, namun kemudian kakak sadar bahwa DongHae melakukan itu kepada semua anggota Super Junior, begitulah caranya memperhatikan orang lain. Ia akan datang kepada kakak jika ia melihat kakak sedang bosan.

Kakak selalu menceritakan orang ini dengan spesial hingga lambat laun aku penasaran, bagaimana sosok Super Junior DongHae. Aku akan sangat berterima kasih karena ia sudah membuat kakakku nyaman saat sedang bosan. “Dia adalah hyung[3] bagiku, tapi ketika bersamanya, aku seperti seumuran dengannya…”, ucap kakak suatu kali. Kalau kakak saja kagum dengan sosok DongHae, maka akupun harus bersimpati pada orang itu.

 Jam di dinding sudah menunjukkan pukul setengah tujuh. Aku sudah menyelesaikan makan malamku bersama kakak, sudah mencuci piring, dan mandi. Kami berdua berangkat menuju kantor untuk mendapatkan kostum kami, yang biasanya sepaket dengan kostum teman-teman kami. Aku sangat grogi kali ini. Walaupun sudah beberapa kali tampil di panggung, ini penampilan pertama kali sepanggung dengan Super Junior. Lagi-lagi aku membayangkan sorak sorai penonton kepada kami yang berduapuluh dua di atas panggung yang besar…pasti ramai sekali!

Seperti bisa membaca pikiranku, kakak memberikan nasehat yang mendinginkan pikiran, “Kau aneh sekali tidak secerewet biasanya. Kau grogi kan? Kita memang tidak latihan sebelumnya, tapi aku rasa kita bisa melewatinya dengan baik. Kita punya fans yang lebih dari sekedar fans, bagiku mereka teman dan kita akan melakukannya dengan baik seperti mereka selalu mendukung kita dengan cara yang luar biasa…”

Aku menghembuskan napas lega. Kakakku selalu bisa menenangkan hatiku. “Aku selalu gugup ketika akan tampil di atas panggung. Tapi hal yang membuatku kembali lega adalah saat melihat cahaya light stick berwarna pink dari panggung. Dan aku akan bahagia ketika cahaya pink itu bercampur dengan lautan blue sapphire malam ini karena itu artinya mereka mendukung kita berdua”. Aku melirik kakak yang sedang tersenyum mendengar perkataanku.

 Sesampainya di kantor manajemen, kami berdua berjalan terpisah karena harus menemui grup masing-masing. Aku harus memastikan kostumku, namun di tengah-tengah aku memeriksa kostum, ponselku berdering. Nomor asing. Aku angkat, “Yeoboseyo[4]?”

“Yuri? Ini aku, KyuHyun oppa”.

“Ah, oppa. Ini nomormu?”

Aniyo. Ini nomor DongHae hyung. Apakah ponselku ada bersamamu? Seingatku tadi aku menitipkannya di tasmu”.

“Sebentar…”, aku memeriksa tasku dan kutemukan ponsel kakak di dalamnya. “Ne[5] oppa, ada di tasku”.

“Haah…syukurlah, bisakah kau antarkan ke mari? Aku di ruang biasanya”.

 Aku tahu biasanya kakak berada ruang yang digunakan Super Junior untuk berkumpul, tapi aku belum pernah memasukinya. Ruangan itu kini ramai dan sesak oleh ketiga belas anggota Super Junior, para make-up artis, dan para manajer. Mataku masih mencari sosok kakak. Seperti biasa, dia sedang bermain game dengan laptopnya sembari menunggu penata rias menyelesaikan pekerjaannya. Tampaknya seorang temannya juga melakukan hal yang sama di sebelahnya. Karena ramai, aku agak meninggikan suaraku, “Oppa!”, tak disangka, semua anggota Super Junior yang lain pun menoleh ke arahku. Aku menjadi salah tingkah, “KyuHyun oppa…”, aku mengoreksi perkataanku.

  “Ah, Yuri. Kemari”, ia menengadahkan tangannya untuk meminta ponsel. Aku memberikan ponselnya.

“Ini dongsaeng[6]mu?”, tanya anggota di sebelahnya.

Ne, hyung. Ini Yuri. Yuri, ini DongHae hyung”. Aah…jadi ini dia. Tuhan, aku tidak bisa berkata apa-apa…kau juga pasti akan mematung ketika melihat sosok ini. Dia punya gigi taring yang manis saat tersenyum. Seperti vampir.

Annyeong hasseyo[7]”, kurundukkan badanku kepada semua anggota Super Junior. Tapi tidak bisa aku pungkiri, mataku tidak bisa lepas kepada sosok DongHae.

“Ah, jadi namamu Yuri? Jadi kau yang berpasangan dengan DongHae di lini depan nanti?”, ucap sang leader Super Junior, LeeTeuk.

Ne”, ah…aku hampir saja lupa. Di pertunjukan bersama ini, manajer kami bersepakat untuk memasangkan dancer couple, istilah baru dari para fans kami. Banyak fans yang memasangkan kami: dancing machine EunHyuk – dancing queen HyoYeon dan dancing prince DongHae – dancing princess Yuri. Banyak fans yang memohon agensi kami agar kami bisa sepanggung, dan berbahagialah mereka, malam ini permintaan itu benar-benar terwujud. Aku tetap saja ngeri mengingat bahwa kami belum sempat latihan bersama.

“Yuri, kau belum ganti kostum? Cepatlah kembali! Oh ya, terima kasih atas ponselku”, tegur kakak.

Ne…”, aku berlalu dari ruangan itu.

 Semua anggota boyband dan girlband kini sudah siap di belakang panggung. Lima menit lagi penampilan kami. Sekarang kami ikut menikmati musik dari boyband lain. Sembari melihat penampilan mereka dari belakang panggung, kami melakukan pemanasan kecil. Kemudian manajer kami datang, “Semuanya, sekarang barislah sesuai urutan kalian masuk. Bagi dance couple, pakai topeng kalian mulai sekarang”. Beberapa menit kemudian lampu tribun penonton akan dimatikan. Ini adalah khas dari penampilan kami: tampil dengan lampu tribun yang dimatikan sehingga kami bisa melihat sinar light stick pendukung kami. Selain itu, kami selalu memberikan kejutan spesial kepada penonton. Kejutan yang tak terduga, adakalanya kami muncul dari arah yang tidak biasa, adakalanya kami memberikan rap, dan kali ini kami akan mempersembahkan dancing couple. Manajer kami sengaja meminta MC agar tidak memberitahu siapa yang akan tampil selanjutnya. Benar-benar kejutan.

DongHae mengambil tempat di sebelahku. Ia belum mengenakan topengnya. “Yuri-ssi…”, panggilnya. Aku yang sudah memakai topengku menoleh. “Aku harap kita bisa bekerjasama dengan baik. Anggaplah aku sebagai rekanmu di Girls Generation dan menarilah dengan nyaman”. Aku mengangguk dan tersenyum di balik topengku. DongHae juga tersenyum, ah…taring itu lagi…

Tiba-tiba lampu tribun penonton dan panggung mati. Musik pembuka sudah terdengar, tandanya kami harus masuk panggung. HyoYeon dan EunHyuk berjalan di depan kami. Tangan DongHae menggandengku. Hangat. Dari genggaman tangannya aku bisa merasakan perlindungan, ia menuntunku di dalam gelap. Kemudian kami berhenti tepat di tengah panggung, setidaknya begitulah perkiraan kami. Aku belum melihat cahaya light stick  pink ataupun blue sapphire. Ya, tentu saja penonton tidak tahu siapa yang akan tampil. Musik berhenti. Cahaya panggung menyala lagi, sedangkan tribun penonton tetap gelap. Penonton bersorak melihat kami berempat yang masih memakai topeng. Dari sini aku bisa melihat tribun artis, mereka juga tampak penasaran. Musik dance mulai terdengar. Aku akan mencoba sebisaku. Aku dan HyoYeon sudah melatih gerakan kami, begitu juga DongHae dan EunHyuk. Durasi dancing couple hanya dua menit. Kemudian musik dance berhenti. Kami berbalik badan membelakangi penonton untuk membuka topeng kami dan membuang topeng ke samping, begitulah instruksi koreografer. Suasana hening. Serta merta, kami membalikkan badan dan memulai gerakan dance yang lain. Penonton dan juga beberapa artis terlihat terkejut. Light stick pink dan blue sapphire mulai menyala seiring dengan jeritan dan tepuk tangan penonton. Anggota kami masuk ke panggung satu persatu hingga mencapai duapuluh dua. Acara kali ini meriah sekali. Aku bisa merasakan semangat tiap orang yang mengalir. Tidak ada lagi kegugupan itu, tidak ada lagi rasa kantuk ataupun lelah.

Setelah tujuh menit kami mempersembahkan dua buah lagu, kami berdiri di pinggir panggung. Leader Super Junior, LeeTeuk memberikan kata-kata penutup kepada penonton. Ya, setelah selesai pun kami selalu menyapa penonton dan mengucapkan terima kasih kepada mereka. Beginilah cara kami dekat dengan penggemar kami. Tanpa aku sadari, sedari tadi yang berdiri di sampingku adalah DongHae. Ketika kami sama-sama menoleh, ia memberikan senyuman lagi, ingin rasanya aku memberikan nama Smiling Angel[8] untuknya. Ia berbisik padaku, “Kerjasama yang bagus, Yuri-ssi”.

Gamsahamnida[9], DongHae oppa”.

“Apakah kakakmu banyak bercerita soal aku kepadamu?”, tanyanya di sela-sela ceramah LeeTeuk.

“Bagaimana kau tahu?”

Dia tersenyum dan mendekatkan diri kepadaku untuk berbisik, “Karena aku bilang padanya kalau aku fans berat Girl’s Generation Yuri. Aku bilang pada KyuHyun kalau aku ingin mengenalnya lebih jauh, maka aku meminta pertolongannya”. Aku merasakan pipiku memerah. Tanpa sadar aku tersenyum. Aku tidak bisa berkata apapun dan hanya menatap ke depan, ke arah penonton yang ternyata sedari tadi memotret diriku berbicara dengan DongHae. Teman di sebelah fans itu membawa papan bertuliskan: DongHae❤ Yuri Kemudian aku mendengar seseorang terkikik di belakang kami berdua, “Waah…besok pasti akan ada berita besar dan foto fenomenal di internet”, ucap kakak.


[1] tidak

[2] Panggilan adik perempuan kepada kakak laki-laki

[3] Panggilan adik laki-laki kepada kakak laki-laki

[4] halo

[5] ya

[6] adik

[7] Salam

[8] Malaikat yang tersenyum

[9] Terima kasih

Entry filed under: Boyband, FanFiction, Girlgroup, Indonesia, K-Pop, Language, One Shoot, PG, Rating, Romance, SNSD, Super Junior, Type. Tags: .

Puasa ala Suju Chapter 3 ‘Penghuni Baru’ [FF REQUEST] Gara – gara Mbah Dukun – Part 1

4 Comments Add your own

  • 1. pinky_girl  |  August 26, 2011 at 3:30 PM

    bagus de FF nya…mian ka br smpet baca FF de yg ini aja,,,

    sayang cm one shoot..jd ga tau deh klanjutannya donghae sm yuri nya, hehe…^^

    Reply
    • 2. kikyrose  |  August 26, 2011 at 4:12 PM

      gomawo un🙂

      semoga banyak inspirasi buat FF lagi😀

      Reply
      • 3. pinky_girl  |  August 26, 2011 at 4:23 PM

        amiiinn,,kalo ka malah bnyak de,udah punya bnyak jdul buat d bkin FF cm gx ada waktu buat ngetiknya az, huhu……

  • 4. kikyrose  |  August 29, 2011 at 7:50 PM

    hwaiting un🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 513,030 hits

Day by Day

August 2011
M T W T F S S
« Jul   Sep »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: