[FF REQUEST] Love in Autumn

August 24, 2011 at 12:31 PM 4 comments

Author : pinky_girl

Cast : Choi JooYoung, Cho Kyuhyun

Support Cast : Siwon, Victoria, Krystal

Genre : Romance

Rating : PG

Type : One Shoot

Disclaimer : Ini FF requestan nya Choi JooYoung, maaf ia de kalo jelek FF nya, tapi moga suka, hehe…

Buat yang baca jangan lupa RCL yah..gomawo..^^

Happy Reading


Choi JooYoung POV


Flashback….

Ini kopi yang ku teguk untuk ke sekian kalinya. Tapi orang yang mengajakku bertemu di tempat ini tak juga menanmpakkan batang hidungnya. Choi Siwon, namja yang 3 taun ini menjadi namjachinguku adalah orang yang sedang aku tunggu sekarang.

“Datanglah besok ke tempat biasa kita bertemu, Cafe Manolin jam 8 malam. Ada yang ingin aku berikan padamu, jangan sampai tidak datang dan jangan datang telat, ok?? Mwuah..” ucapnya mencium keningku sembari berlalu di balik CRV hitamnya dan tidak membiarkan aku menjawab ucapannya.

Itu yang dia ucapkan semalam saat mengantarku pulang ke apartementku. Tapi aku sudah menunggu di tempat ini dari jam 7 tadi, namun dia belum juga datang. Aku melihat jam tanganku, jarum kecil itu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Aku melihat Hp ku, tapi dari tadi Hp ku juga tidak menampakkan tanda2 kehidupannya. Tidak ada telfon atau SMS darinya.

“Maaf chagia, jalanan macet, jadi sepertinya aku akan datang terlambat ke sana, kau sabar menungguku yah..Saranghae..”

“Chagia, choengmal mianhae, ternyata aku ada keperluan mendadak, jadi aku tidak akan bisa datang ke sana, kau pulanglah, nanti aku menelfonmu, ok??”

Setidaknya, itu yang aku harapkan, dia mengabariku walo hanya lewat SMS, tapi sayang itu hanya harapnku saja karna pada kenyataannya dia benar2 tidak menghubungiku.

“Wonnie sebenranya kau dimana??” gumamku dalam hati.

***

“Maaf, Nona kami akan menutup toko, jadi silahkan anda membayar kopi anda karna kami sudah akan membereskan semua kursi2 nya” ucap salah seorang pelayan di Cafe itu.

“Ah,,ye?? Baiklah, maaf..”

“Apa anda sedang menunggu seseorang??” tanya pelayan itu sembari mengelap mejaku.

“Ye,,aku menunggu pacarku, tapi dia tidak datang juga”

“Apa dia memberi kabar pada anda??”

“Anhi..” ucapku menunduk dan mengerecutkan bibirku.

“Mungkin Hp nya mati jadi dia tidak bisa menghubungi anda” ucapnya coba menghiburku.

“Yah, aku harap begitu” ucapku agak tenang dan mencoba untuk berfikir positif.

***

Aku keluar dari Cafe itu, dan tidak lama kemudian Hp ku berbunyi.

“Wonnie??? Akhirnya kau menelfonku juga” aku tersenyum girang saat melihat di layar Hp ku tercantum nama “My Beloved Wonnie”.

“Yoboseyo, Wonnie-ah, kenapa kau tidak mengabariku dari tadi, aku menunggumu 4 jam di Cafe itu, katanya kau menyuruhku ke sana jam 8, tapi kau yang menjanjikan malah tidak datang, aku marah padamu” aku menyerangnya tanpa membirakan dia bicara lebih dulu.

“Maaf, apakah anda kekasih dari pemilik Hp ini??” ucap seseorang di seberang sana dan aku sangat yakin itu bukan suara Wonnie ku.

Deg…

“Ye??? Ah,,ne, aku kekasih yang mempunyai Nomor Hp ini, maaf anda siapa yah??” hatiku mulai berguncang, pikiranku langsung melayang, kenapa bukan Wonnie yang menelfon, dan kenapa Hp Wonnie ada di tangan orang itu, sebenarnya ada apa ini???

“Maaf, kami dari pihak kepolisian, bisakah anda datang ke Rumah Sakit Seoul??”

“Ne..?? Rumah Sakit?? Untuk apa?? Sebenarnya anda siapa?? Daann,di mana Wonnie?? Ah,,maksudku yang mempunyai Hp yang anda pegang ini??” aku mulai tidak bisa mengatur emosi ku untuk bisa tenang.

“Anda datang saja dulu ke sini, nanti anda akan tau apa yang terjadi”

Tut..tut..tut…

Orang itu menggantung pertanyaaku, omona, sebenarnya apa yang terjadi?? Kenapa aku harus datang ke Rumah Sakit?? Apakah sudah terjadi sesuatu dengan Wonnie ku??

Aku tidak berfikir panjang lagi, aku langsung memanggil Taksi dan menyuruh supir taksi itu menjalankan mobil secepat mungkin. 20 menit kemudian aku sampai di Rumah Sakit itu. Aku melihat beberapa polisi ada di Lobi Rumah Sakit, aku langsung menghampiri mereka dengan tergesa-gesa.

“Maaf, apakah tadi bapak yang sudah menelfon saya memakai Hp kekasih saya??” aku bertanya pada polisi itu yang sedang berdiskusi sesuatu.

“Ah,,ye, tadi saya yang menghubungi anda Nona”

“Lalu, sebenarnya apa yang terjadi?? Kenapa anda menyuruh saya datang ke sini??”

“Silahakn ikut saya, Nona” ucap polisi itu sambil mengarahkanku ke lorong Rumah Sakit dan berhenti di depan sebuah Kamar.

Kamar Jenazah

“Astaga?? Kenapa polisi itu mengajakku ke kamar jenazah?? Anhi,,anhi,,bukan berarti Wonnie ku pasti ada di sana, kan?? Yah, tidak,,tidak mungkin” aku mencoba untuk tetap berfikir positif walopun sejujurnya aku sudah merasakan kakiku mulai lemas, seolah tidak menapak lagi pada lantai yang ku pijak.

“Silahkan masuk, Nona” polisi itu membukakan pintu kamar jenazah itu, ada beberapa mayat di sana yang sudah di tutup dengan kain putih, aku mulai merasakan badanku seolah tidak dapat di gerakkan lagi, aku benar2 merasa kaku.

Polisi itu melangkah, menghampiri salah satu mayat dan membuka kain putih yang menutupi seluruh badannya yang sudah kaku. Daann…

“Dia siapa???” aku menunjuk ke arah mayat yang di buka polisi itu dengan tangan yang bergetar hebat.

“Diaaa,,,kekasih anda nona”

APAA??? Dia kekasihku?? Maksdunya mayat itu adalah Wonnie ku?? Anhii…Andwaaeeeeeeee….

Aku menjerit, aku yakin itu bukan Wonnie ku, aku tidak mengenalnya, wajahnya saja tidak jelas seperti itu, polisi itu pasti salah, tidak,,tidak mungkin.

“Nona, kekasih anda mengalami kecelakaan, menurut saksi mata, kekasih anda mencoba untuk menghindari penyebrang yang melintas di depan mobilnya, tapi karna kekasih anda sedang melaju dalam kecepatan tinggi, jadi dia tidak bisa mengatur kecepatannya dan berbelok ke arah kanan dan menghantam pohon besar, badannya terhimpit oleh badan mobil, dan tadi kami sempat kesulitan untuk mengevakuasi korban. Dan kami menemukan Hp nya setelah tubuhnya berhasil di evakuasi, makannya kami menghubungi anda karna kami melihat panggilan terakhirnya dia menelfon anda”

Tidak,,aku yakin apa yang sekarang ini aku dengar, pasti hanya sebuah mimpi, buak kenyataan, kan?? Tidak mungkin, ini semua tidak mungkin.

“Oh ya Nona, saat kami mengevakuasi korban, kami juga  menemukan ini”

Polisi itu memberikanku sebuah kotak kecil. Aku membukanya dan isinya ternyata sebuah cincin.

“Wonnie-ah,,,,bangun,,,ayo cepat bangun, bukankah kau ingin memberikan aku sesuatu?? Apakah ini yang ingin kau berikan padaku?? Ayo cepat bangun, kau menyuruhku datang ke Cafe biasa kita bertemu kan?? Aku tadi menunggumu di sana selama 4 jam, tapi kau tidak datang. Ayo cepat bangun, jangan membuatku menungguku lagi. Wonnie-aaaaaahhhh..” aku menggoyang-goyangkan tubuh Wonnie ku yang sudah kaku itu, aku tau sekeras apapun aku menggoyangkan tubuhnya, dia tidak akan pernah menggerakkan lagi anggota tubuhnya, karna nyawanya sudah tak bersama tubuhnya lagi.

End of Flashback.

Aku duduk di sudut Cafe yang biasa aku kunjungi dengan Wonnie ku saat dia masih hidup 2 taun yang lalu. Aku juga selalu memesan kopi yang biasa dia pesan.  Hari ini sedang musim gugur, aku sengaja datang ke Cafe ini karna aku ingin mengingat saat dulu aku bertemu dengannya di Cafe ini pada musim gugur beberapa taun yang lalu. Cafe ini banyak menyimpan kenanganku dengan Wonnie, aku bertemu dengannya di sini, saat aku atau dia berulang taun, kami merayakannya di sini, dan saat kami merayakan hari jadi kami pun, kami juga merayakannya di sini. Aku melewai musim gugur dengannya di sini sudah 2 kali, tapi musim gugur kali ini aku sendiri tanpanya lagi.

Aku mengeluarkan kotak kecil dari tasku. Cincin yang dulu akan Wonnie berikan padaku sebelum dia kecelakaan. Aku tidak tau, sebenarnya untuk apa dia memberikan cincin ini untukku?? Apakah dia berniat untuk melamarku atau hanya ingin membrikannya hanya sebagai hadiah saja?? Entahlah, itu pertanyaan yang mungkin selamanya tidak akan aku temukan jawabannya karna orang yang bisa menjawabnya hanya Wonnie seorang tapi sekarang dia sudah berada di dunia yang lain denganku.

Ketika aku memegang cincin itu, tidak sengaja aku menjatuhkannya. Aku berusaha untuk mengambilnya, namun saat aku beranjak, ada seseorang yang menabrak tubuhku.

Bruk….

“Ah,,maaf. Aku tidak sengaja, kau tidak apa2??” tanya seseorang yang menabrakku, dan dari suaranay sepertinya seorang namja.

Aku melihat ke arahnya saat dia mengulurkan tangannya mencoba untuk membantu aku bangun.

“Astaga,,,wajahnya??? Dia mirip…” gumamku dalam hati.

“Gwaenchana agashi??” pertanyaannya membuat aku terkejut dalam lamunanku.

“Ah, ye?? Gwaenchana. Gomawo” aku menerima uluran tangannya.

“Maafkan aku, aku sudah membuat bajumu basah” ucapnya dengan nada sangat bersalah.

“Ah,,anhio, ini tidak masalah, aku bisa membersihkannya, kau tidak perlu merasa bersalah seperti itu” aku mengusap-ngusap bajuku dengan tisu yang basah karna tertumpah minumanku yang tersenggol oleh tanganku saat aku jatuh.

“Oppa….sedang apa kau di sini?? Kenapa kau tidak duduk di meja kita??” ucap seseorang menghampiri namja itu.

“Ye,,chagia, tadi waktu aku mau duduk, aku tidak sengaja menabrak Nona ini, dan aku membuat bajunya basah” ucap namja itu yang pasrah tangannya di peluk oleh yeoja yang ada di sampingnya itu.

“Oh,,ya sudah, kau sudah tidak apa2 kan Nona??? Kami tidak perlu membayar kerugianmu kan??? Kami permisi dulu, Oppa kaja..” ucap yeoja itu dengan ketus dan tidak membiarkanku untuk menjawab ucapannya.

Mereka berdua duduk di kursi kedua dari tempat dudukku. Aku memanggil pelayan dan meminta bill, dan aku langsung  keluar dari Cafe itu. Aku sempat menoleh ke arah yeoja dan namja itu, aku melihat namja itu sedang melihat ke arahku juga, tapi yeoja yang aku fikir dia pasti kekasihnya, memalingkan wajah namja itu agar tidak melihat ke arahku lagi.

***

Aku tiba di apartement ku, mengganti pakaianku yang tadi basah dan  sudah hampir kering karna terkena angin dan mungkin karna cuaca juga yang saat itu panas karna sedang musim gugur.

Aku berbaring di kasurku, menatap ke arah langit2, dan memejamkan mataku. Dan entah kenapa yang terlintas dalam bayanganku adalah namja yang tadi menabrakku. Aku seperti tidak asing dengan wajah itu, dan aku mulai berfikir.

“Kenapa namja itu mirip sekali dengan Wonnie ku?? Tatapan matanya, seperti tatapan mata Wonnie, dan suaranya juga mengingatkan aku pada Wonnie. Siapa dia sebenarnya?? Tuhan, apakah sekarang kau sedang merencanakan untuk memberikan aku pengganti Wonnie ku?? Di musim gugur juga, dulu Kau mempertemukan aku dengan Wonnie, dan sekarang di musim gugur taun ini, aku bertemu dengan seseorang yang mirip dengan Wonnie ku?? Tapi namja itu sudah memiliki kekasih, dan seeprtinya dia juga sangat mencintai kekasihnya?? Apakah kali ini kau hanya akan menjadikan dia sahabatku saja??

***

Aku melakukan aktifitas biasaku sebagai seorang karyawan di sebuah perusahaan Broadcast. Hari ini sepulang kerja aku menyempatkan untuk datang lagi ke Cafe favoritku dan Wonnie tepatnya. Aku selalu beruntung bisa selalu duduk di tempat yang sama, karna itu sudah menjadi tempat duduk favoritku juga, yang mengarah ke arah jendela. Aku meneguk kopiku yang beberapa menit yang lalu di antarkan oleh pelayan. Dan tiba2 ada seseorang menayapaku dari belakang.

“Annyeong haseyo..”ucapnya dengan suara ramah.

Aku menoleh ke arah orang itu dan…

“No?? Bukankah kau yang kemarin??” aku menyimpan kopiku dan berdiri ke arahnya.

“Ah,,ye, aku yang kemarin tidak sengaja menabrakmu. Boleh aku duduk di sini??”

“Ne???” aku melirik ke semua arah Cafe itu, apakah dia datang dengan kekasihnya atau sendirian??Kenapa dia ingin duduk denganku?? Setelah aku tidak melihat kekasihnya ada di Cafe itu, akhirnya aku mempersilahkan dia duduk di mejaku, tepatnya dia sekarang duduk di depanku.

“Kau..datang sendirian???” aku mencoba untuk meyakinkan kalo dia kali ini memang datang sendirian.

“Ah..ye, aku datang sendirian, memangnya kenapa?” tanyanya sambil melambaikan tangan memanggil pelayan.

“Ah,,anhio, aku hanya bertanya saja, karna kemarin kau datang dengan pacarmu, kan?? Kenapa sekarang kau datang sendirian?? Memangnya kemana pacarmu”dia tidak menjawab dan hanya tersenyum kecil.

Babo, apa yang sudah aku katakan, kenapa aku harus bertanya seperti itu?? Dia pasti berfikir aku orang yang suka sekali mengorek privasi orang lain,arrgghhh..

“Maaf, Tuan anda ingin pesan apa??” tanya pelayan  pada namja itu.

“Aku memesan Kopi tanpa Susu dan menggunakan gula hanya satu sendok saja” ucapnya tanpa melihat buku Menu yang di sodorkan pelayan itu.

“Astaga?? Apa yang dia pesan barusan??? Kopi tanpa Susu dan menggunakan gula hanya satu sendok?? Ucapan ituuu, itu yang selalu Wonnie pesan juga kalo datang ke Cafe ini, daaan cara dia memesan pun, mirip sekali dengan Wonnie?? Ya Tuhan, apa lagi ini?? Kenapa sekarang dia bisa ada di hadapanku lagi, dan dia semakin mirip dengan Wonnie??

“Halloooo..kau tidak apa2 Nona??” dia mengibaskan-ngibaskan tangannya di depan mataku dan membuat aku terkejut.

“Ye?? Ah,,ne aku baik2 saja” jawabku gugup.

“Oh ya, aku belum memperkenalkan diriku, kenalkan namaku Kyuhyun, Cho Kyuhyun.” dia menyodorkan tangannya untuk mengajakku bersalaman.

“Ah,,,namaku JooYoung, Choi JooYoung” aku menyambut tangannya.

“Nama yang bagus” dia tersenyum lagi dan sekarang sudah hampir membuat aku terbius dengan melihat senyumannya itu.

“Oh ya bajumu kemarin bisa di bersihkan kan?? Apa perlu aku ganti??”

“Anhio,,tidak usah, bajuku hanay basah saja ko, sekarang sudah bertengger di jemuranku” jawabku polos dan ternyata ucapanku barusan bisa membuat dia tertawa.

“Apa yang salah dengan ucapanku?? Kenapa kau malah tertawa??” aku bertanya dengan heran.

“Hahahha..maaf,,maaf,,aku tidak bermaskud menertawakanmu, tapi kata2 mu tadi, waktu kau bilang bajumu sudah bertengger di jemuranmu, aku rasa yang bertengger itu burung bukannya baju” dia mencoba menahan tawanya dan sekarang aku merasa wajahku sudah mulai memerah karna malu.

“Ah,,maaf, aku hanya asal bicara saja” aku membela diri.

“Haha,,ya aku tau, tapi sepertinya kau orang yang sangat menyenangkan yah?” kali ini dia membuat wajahku semakin merah karna tersipu, dia bialng aku menyenangkan??

“Ah,,anhi, aku bukan orang yang seperti itu, justru aku orang yang sangat pendiam”

“Jinja?? Tapi yang aku lihat kau memang orang yang sangat menyenangkan, makannya sekarang aku ada di depanmu” ucapannya membuat aku bertanta-tanya, apa maksudnya ucapannya itu??

“Tuan ini pesanan anda” pelayan itu menyodorkan kopi pesanan namja itu, ah maksudku Kyuhyun.

“Ne, gomawo” dia tersenyum ramah pada pelayan itu.

“Kau juga sepertinya orang yang sangat ramah dan senag tersenyum pada setiap orang?” aku mengawali pembicaraan lagi.

“Jinja?? Apakah kau berfikir aku orang yang seperti itu??” dia meneguk kopinya.

Dan Hp nya berbunyi…

“Hp mu berbunyi, kau angkat saja dulu. Mungkin dari pacarmu” entah apa yang membuat aku berani berkata seperti itu, astaga aku pasti sudah salah bicara lagi, Babo.

“Baiklah, maaf aku permisi dulu” dia menjauh dariku untuk mengangkat telfon itu. Sebenarnya itu telfon dari siapa? Kenapa dia harus menjauh dariku untuk mengangkatnya? Apakah itu dari pacarnya dan dia tidak mau aku mendengar ucapan mereka?? Atau dari keluarganya?? Ya Tuhan, kenapa sih aku ini, kenapa aku jadi repot berfikir, itu telfon dari siapa juga bukan urusanku kan?? Huh…

“Maaf, membuatmu menunggu. Tapi sepertinya aku harus pergi sekarang karna aku ada urusan mendadak, kau tidak apa2 kan aku tinggal?” dia menghampiriku dan berpamitan.

“Ah,,ye gwaenchana. Pergilah, aku memang sudah biasa sendirian di sini”

“Baiklah, aku pergi dulu. Oh ya, besok kita bisa kan bertemu lagi di sini?? Jam seperti tadi, aku akan menunggumu di sini, ok??” dia membentuk jari2 nya seperti huruf O sambil tersenyum padaku dan langsung berlalu.

***

“Kenapa dia ingin bertemu denganku lagi besok di Cafe itu?? Ahh,,apa yang terjadi dengan ku sekarang?? Kenapa aku malah senang saat dia ingin mengajakku bertemu lagi besok??” aku mencoba memejamkan mataku, tapi tiba2 aku sadar akan sesuatu.

Kenapa semenjak aku bertemu dengan namja itu, aku seolah sudah bisa melupakan Wonnie ku?? Padahal selama 2 taun ini, aku selalu berusaha untuk melupakannya tapi aku tidak pernah bisa, wajah Wonnie yang hancur karna kecelakaan, masih selalu terbayang olehku dan saat dia mencium keningku untuk terakhir kalinya, seolah masih terasa di keningku sampai saat ini. Tapi sekarang, kenapa semua itu sudah tidak terfikirkan lagi olehku?? Omona Choi JooYoung, kau tidak boleh melupakan orang yang sangat kau cintai, lagipula kau juga belum tau siapa namja itu jadi kau jangna dulu berharap lebih padanya.

***

Aku melihat jam tanganku setelah pulang kerja. Aku teringat kata2 Kyuhyun kemarin, dia mengajakku bertemu lagi di Cafe sekarang. Batinku sempat berperang, apakah aku harus datang ke tempat itu atau tidak perlu menghiraukan ucapannya?? Dan akhirnya setelah lama berfikir, aku menggerakkan tubuhku ke tempat itu. Aku melihat ke semua arah ruangan Cafe itu, aku tidak melihatnya, tapi aku berfikir mungkin dia belum datang. Dan seperti biasa kali ini aku beruntung lagi bisa duduk di tempat favoritku.

1 jam aku di sana, tapi dia belum juga datang.

“Babo, kenapa sekarang aku cemas dia tidak akan datang?? Lagipula kenapa aku harus kecewa jika dia tidak datang, memang aku nya saja yang terlalu Ge-Er berharap kalo dia akan benar2 datang” aku melihat ke arah jendela, menikmati sinar matahari yang sudah hampir gelap. Dan tiba2 suara seseorang membangunkan aku dalam lamunanku.

“Maaf, aku terlambat, kau sudah lama di sini??” Kyuhyun menyentuh pundakku dan duduk di hadapanku.

“Ne..?? Anhi, aku baru datang, ko” aku berbohong padahal aku sudah menunggunya 1 jam yang lalu.

“Kau sudah memesan kopi mu??”

“Ne?? Ah,,belum”

“Baiklah” dia melambaikan tangannay pada pelayan.

“Kopi tanpa Susu dan gulanya satu sendok, 2 yah?”

“Kenapa kau memesankan Kopi yang sama untukku?? Memang kau tau apa yang akan aku pesan??”

“Bukankah kopi pesanan kita sama?? Aku melihat kopimu kemarin” dia tersenyum.

Ah,,benar juga, kenapa aku tidak terfikir ke situ, aku malah sudah Ge-Er  lagi, aku kira dia sudah tau lagi apa yang aku suka. Babo,,babo…

“Kau kenapa melamun???”

“Ne?? Anhia, aku tidak melamun ko, hehe…”

3 hari kemudian…

Selama 3 hari ini aku sering bertemu dengannya di Cafe itu, banyak berbincang tentang segala hal, dan akhirnya kami menemukan banyak kesamaan di antara kami. Aku merasa aku sudah sangat dekat dengannya, entah kenapa aku benar2 bisa langsung merasa nyaman di dekatnya.

“Wonnie-ah, apakah aku benar2 sudah bisa merelakan kepergianmu?? Sekarang ada seseorang hadir dalam hidupku dan dia sangat mirip denganmu. Aku nyaman sekali di dekatnya, tapi apakah itu karna aku sudah bisa membuka hatiku untuk orang lain atau karna dia mirip denganmu??” aku berbicara pada foto Wonnie dan aku yang di ambil 2 minggu sebelum dia meninggal.

Tiba2 Hp ku bergetar, ada SMS masuk…

“Hei,,,ChoiJoo, kau sedang apa??”

Kyuhyun mengirimku SMS?? Yah, karna tadi kami sempat bertukar nomor Hp, tapi aku tidak menyangka dia langsung SMS aku??

“Aku sedang berbaring dan melamun, haha…Kau ChoKyu??”

“Melamun?? Kenapa melamun?? Kau pasti sedang memikirkan aku yah?? hahaha..;D

“MWO??? Nyalimu besar sekali untuk berbicara seperti itu, kau tidak takut akan ku pukul kepala mu agar otakmu itu tidak berfikir seperti itu lagi,huh?? hahahha…;))

“Anhi, aku tidak takut kau akan memukulku, silahkan saja kalau berani, haha…

ChoiJoo…..”

“Baiklah, nanti kalau ketemu aku akan memukul kepalamu, eoh??

Mworago ChoKyu..??”

“Bogoshipo….”

Saat aku membaca SMS nya yang terakhir, aku benar2 tidak percaya, benarkah itu dia yang mengirimku SMS?? Kenapa dia bilang dia merindukanku?? Ya Tuhan jantungku berdetak sangat kencang, perasaan apa ini?? Kenapa aku begitu senang mendengar dia merindukanku?? Benarkah itu??

Aku tidak membalasnya, karna aku tidak tau apa yang harus aku jawab. Aku berusaha untuk memejamkan mataku. Aku berharap ketika besok aku bangun, semua itu bukanlah sebuah mimpi.

“Hei ChoiJoo bangun…

Oya kenapa kau tidak membalas SMS ku yang terakhir tadi malam??”

Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan?? Apa yang sebenarnya ada di pikran Kyuhyun?? Kenapa dia bersikap seperti itu?? Apakah dia menyukaiku?? Tapi itu tidak mungkin, dia kan sudah punya pacar, lagipula pacarnya lebih cantik dari aku. Mana mungkin Kyuhyun menyukaiku, gadis yang sangat sederhana.

“Aku sudah bangun, terima kasih sudah membangunkan aku …”

Dia tidak membalas pesanku lagi, entahlah mungkin dia sudah pergi kerja.

***

Pukul 5 sore…

Aku sudah siap2 untuk pulang kerja, tiba2 ada SMS masuk…

“Aku ada di depan kantormu, keluarlah…”

Apa?? Dia ada di depan kantorku?? Untuk apa dia ke sini?? Omooo, otteokhajyo?? Aku mencoba menenangkan diriku, lalu aku melihat ke jendela, dan ternyata benar, dia ada di bawah, di depan kantorku??

“Annyeong…” dia melambaikan tangannya saat aku keluar dari kantorku.

“Annyeong….kau sedang apa di sini??” tanyaku heran.

“Sedang apa?? Jelas aku datang ke sini untuk menjemputmu, babo..”

“Mwo?? Menjemputku?? Untuk apa? Ehm..maksudku kenapa kau menjemputku??”

“Ternyata kau cerewet juga yah, sudah ayo masuk” dia membukakan pintu mobil untukku, aku diam sejenak dan akhirnya dengan pertanyaan yang masih belum terjawab kenapa dia menjemputku, aku bersedia naik mobilnya.

Sepanjang jalan kami tidak bicara.

“Aku lapar, bagaimana kalo kita makan dulu??” akhirnya dia memulai pembicaraan.

“Makan?? Tapi..”

‘Sudahlah, kau tidak bisa menolak, karna sekarang aku yang mengemudi mobilnya, jadi kau sebagai penumpang hanya duduk dan ikuti saja ke mana aku membawamu, ok??”

Aku diam, tidak menjawab apapun, aku hanya bisa pasrah entah dia akan membawaku ke mana.

“Sampaiii..” dia memarkirkan mobilnya di sebuah Rumah Makan mie Ramen.

“Kenapa kita ke sini??”

“Turunlah, dan ikuti aku” dia membukakan pintu untukku.

Sesampai di dalam, kami duduk di tempat yang agak terpojok. Dia memesan 2 mangkuk mie ramen.

Aku masih bingung, sebenarnya kenapa dia melakukan semua itu?? Kenapa sikapnya berubah seperti ini??

10 menit kemudian, mie ramennya datang.

“Makanlah..” dia tersenyum.

“Ne,,,” aku mengangguk.

Selesai makan, dia mengantarkan aku ke apartementku.

“Terima kasih untuk hari ini, kau sudah menjemputku, mentraktir aku makan dan sekarang mengantar aku pulang. Kau tidak akan memberikan aku bill kan??” aku mencoba untuk mencairkan suasans yang tadi sempat terasa canggung.

“Hmm..tentu saja ada bill nya, dan kau harus membayarnya, tapi bukan dengan uang, haha…”

“bukan dengan uang?? Lalu pakai apa?”

Dia tidak menjawab.

“Aku pulang dulu yah, gadis jelek…” tiba2 dia mencium keningku dengan kilat dan mengacak-ngacak rambutku.

Aku hanya bisa terpaku, tidak mampu berkata apapun. Ya Tuhan, apa yang barusan dia lakukan padaku?? Kenapa dia melakukan itu?? Jantungku berdetak sangat kencang, seperti sudah lari maraton 1000 km.

“ChoiJoo…selamat malam, tidur yang nenyak, mimpi indah yah…;)”

Sebelum aku memejamkanmataku, tiba2 Hp ku berbunyi dan itu SMS dari Kyuhyun.

“Pasti, aku akan mimpi indah, tapi bukan memimpikan mu, haha…”

Keesokan harinya…

Saat aku akan pulang kerja, tiba2 ada beberapa orang yang menghampiriku dan menjambak rambutuku.

“Hei..kalian siapa?? Kenapa kalian melakukan ini padaku?? Apa salahku pada kalian??” aku mencoba melepaskan mereka ayng masih menjambak rambutku.

“Salahmu adalah karna kau mendekati kekasihku, wanita bodoh…” jawab seseorang yang baru turun dari mobil.

“No..?? Bukankah kau…”

“Yah,,aku adalah kekasih Khyuhyun, Cho Kyuhyun” dia menatap mataku dengan sangat dekat.

“Lalu apa hubungannya denganku??”

“Cih, apa hubungannya denganmu?? Tentu saja ada hubungannya, karna selama ini kau berusaha untuk menggoda kekasihku, kan?? Kau sering bertemu dengan dia tanpa sepengetahuanku, huh??”

“Maaf, kau salah paham, aku tidak pernah bermaksud merebut atau menggoda kekasihmu, tapi…”

“Ahh..kau banyak bicara..” tangannya hampir saja menampar wajahku, tapi tiba2 di tepis oleh seseorang.

“Victoriaaa..”

“Opp..aa??” wanita itu pucat pasi melihat orang yang datang itu adalah kekasihnya, Kyuhyun.

“Apa yang kau lakukan padanya,huh??”

“Oppa, lepaskan tanganku, sakit..”

“Jawab pertanyaanku, kenapa kau melakukan ini padanya??” Kyuhyun membentak kekasihnya itu.

“Opaa…kenapa kau membentakku hanya karna wanita ini?? Oppa,,kau ini sebenarnya kenapa?? Semenjak kau bertemu dengan wanita ini, kau berubah padaku, apakah kau sudah tidak mencintaiku lagi?? Apakah kau menyukai wanita ini??”

Kyuhyun menghampiriku dan membawaku masuk ke mobilnya dan dia melajukan mobilnya.

“Oppa…..” wanita itu berteriak memanggil Kyuhyun, tapi dia terus melaju mobilnya.

“Kau tidak apa2?”

“Ne..?? Yah, aku tidak apa2, terima kasih kau sudah menolongku”

“Maafkan sikap Victoria, karna aku kau malah jadi di celakainya”

“Kau tidak usah berbicara seperti itu, aku tidak apa2, lagipula aku memakluminya, mungkin dia seperti itu karna dia sangat mencintaimu dan takut kehilanganmu”

Kyuhyun tidak menjawab, pandangannya tetap lurus ke depan memandang jalan.

“Kyuhyun-ssi ada yang ingin aku tanyakan padamu”

“Mwo??”

“Sebenarnya kau ini kenapa?? Belakangan ini sikapmu jadi aneh padaku”

“Aneh? Aneh kenapa?”

“Entahlah, tapi aku merasa kau bersikap lain padaku, daaann..”

“Aku akan langsung mengantarmu pulang” dia memotong ucapanku dan aku hanya terdiam.

“Sudah sampai, masuk dan istirahatlah” Dia membukakan pintu mobil untukku.

“Terima kasih sudah mengantarku, hati2 yah”

Aku melihat sosoknya yang lain, dia tiba2 menjadi orang yang sangat dingin.

“Wonnie-ah, apa yang harus aku lakukan? Apakah sekarang aku benar2 sudah mencintainya?? Tapi aku tidak mau merebut kekasih orang dan merusak hubungan orang lain. Apakah salah jika aku mencintainya?? Wonnie-ah beritau aku, apakah dia pantas untuk menjadi penggantimu??” aku kembali berbicara pada foto Wonnie. Dan aku benar2 bingung dengan pearsaanku sekarang.

***

2 hari ini aku tidak bertemu dengan Kyuhyun, dia juga tidak mengirimku SMS lagi, sebenarnya dia kenapa? Apakah sudah terjadi sesuatu??

Tiba2 Hp ku berbunyi, ada SMS…

“Datanglah ke Cafe biasa, ada yang ingin aku bicarakan padamu masalah penting, aku tunggu kau jam 7”

“Baik aku akan datang…

AKu tiba di Cafe itu pukul 7 kurang, aku melihat ke semua arah ruangan Cafe itu dan aku melihatnya duduk di sebelah tempat duduk favoritku, tapi kenapa dia bersama Victoria?? Sebenarnya apa yang ingin dia bicarakan padaku?

Aku menghampiri mereka..

“No?? Kenapa kau ada di sini??” Victoria kaget melihat kedatanganku.

“Oppa, apa kau yang menyuruhnya datang ke sini??”

“Duduklah…” Kyuhyun menggeserkan kursi untukku

Dengan berat hati akhirnya aku bersedia duduk dengan mereka.

“Victoria…sebaiknya kita putus saja” Kyuhyun mengucapkan sesuatu yang tidak aku percaya.

“Oppa..apa yang kau katakan?? Kenapa tiba2 kau meminta putus?? Apa salahku oppa??” Victoria mulai panik.

“Maaf, sebenarnya selama ini aku tidak pernah mencintaimu, saat itu aku sedang berusaha untuk melupakan seseorang di masa laluku, Krystal. Aku kira setelah menjalani hubungan denganmu, aku bisa mencintaiumu, tapi ternyata aku tidak bisa”

“Oppa, apa maksudmu?? Jadi selama ini kau hanya menjadiakn aku sebagai pelampiasanmu  saja??”

“Aku tidak bermaksud seperti itu tapi aku..”

“Cukup oppa, lalu apakah karna wanita ini akhirnya kau ingin putus denganku?? Oppa jawab aku, apa kau seperti ini karna kau menyukai wanita ini??” Victoria menunjuk ke arahaku.

“Oppa jawab aku..” Victoria mulai meneteskan air matanya.

“Ne….” Kyuhyun menjawab pertanyaan Victoria yang membuat jantungku berdebar kencang.

“Mwo??? Kau bilang kau menyukainya??”

“Ne…aku menyukainya dan bahkan aku mencintainya, ara??” Kyuhyun membentak Victoria.

“Oppa, kau benar2 keterlaluan, kau tega bersikap seperti ini padaku, sebenarnya apa yang kurang dariku?? Kenapa kau bisa mencintai orang yang baru saja kau kenal?”

“Kau tidak kekurangan apapun, tapi aku tidak tau kenapa aku tidak bisa mencintaimu, maaf”

“Hei,,kau, puas sekarang karna kau sudah berhasil merebut kekasihku, huh?” Victoria berbicara sinis padaku.

“Terima kasih oppa, karna kau sudah menyakitiku, aku tidak akan pernah melupakan semua ini” Victoria menangis dan dia pergi meninggalkan kami berdua terpatung di sana.

“Maaf, karna harus membuatmu melihat hal seperti ini” Kyuhyun memulai pembicaraan.

“Maaf, apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?”

“Bicaralah..”

“Maksudmu tadi, kau bilang mencintaikuuu, apakah itu benar??”

“Ne..”

“Tapi kenapa bisa aku daann..”

“ChoiJoo, sebenarnya dari pertama aku melihatmu, kau mengingatkan aku pada seseorang yang dulu pernah aku cintai”

“Maksudmu wanita yang bernama Krystal?”

“Ne…dia adalah sahabatku dari kecil, dia meninggal 5 taun yang lalu karna menderita Leukemia, aku mencintainya selama bertahun-tahun, tapi aku tidak pernah mengungkapkan isi hatiku hingga akhirnya dia pergi untuk selamanya dan aku sangat menyesali itu, aku tidak sempat mengatakan bahwa aku mencintainya. Sampai aku bertemu denganmu, aku seperti melihat dia dalam dirimu”

“Jadi, kau mencintai aku karna kau seperti melihatnya dalam diriku?? Itu bukan cinta ChoKyu”

“Anhi, awalnya aku juga berfikir seperti itu, tapi saat aku mengenalmu lebih jauh lagi, ternyata aku mencintai dirimu bukan karna bayangan  Krystal yang ada padamu, karna aku benar2 merasa nyaman saat bersamamu, aku bisa tertawa bahagia dan tidak merasakan beban apapun dalam diriku, lain saat aku bersama Victoria. Percayalah kalo aku benar2 mencintai dirimu seutuhnya” Kyuhyun memegang tanganku.

‘ChoKyu, apa aku boleh berbicara sesuatu padamu?”

“Bicaralah..”

“Sebenarnya saat aku pertama kali melihatmu, kau juga mengingatkan aku pada seseorang yang sangat aku cintai, dia Siwon, kekasihku. Dia meninggal karna kecelakaan, saat dia akan mengajakku bertemu di Cafe ini untuk memberikan sesuatu padaku. Selama 2 taun semenjak kepergiannya, aku tidak pernah bisa melupakannya, aku kira aku tidak akan pernah bisa membuka hatiku lagi untuk laki2 lain, tapi ternyata aku salah, sampai kau datang hadir dalam hidupku, aku mearasakan aku seperti menemukan hidupku lagi. Aku juga mearasa nyaman saat bersamamu, daaan…nado saranghae”

Kyuhyun memelukku erat.

“Kalo begitu apa yang kita alami sama, dan sekarang jadilah seseorang yang berarti dalam hidupku, karna aku berjanji akan membahagiakanmu”

***

Aku benar2 bahagia, Tuhan sudah memberikan aku seseorang yang bisa menemani hidupku lagi.

“ChoKyu, aku mencintaimu, terima kasih kau sudah hadir dalam hidupku, dan aku mohon jangan pernah tinggalkan aku sendiri” batinku dalam hati.

Musim gugur taun ini, ternyata Tuhan tidak membiarkan aku sendiri, dan aku harap musim gugur di taun2 berikutnya, aku tetap bersama ChoKyu ku.

“Wonnie-ah, apa kau bahagia, karna sekarang aku sudah menemukan penggantimu?? Percayalah, kalo aku akan tetap mengingatmu dalam hidupku meskipun ada ChoKyu yang sekarang ada di sampingku, yang aku cintai”

~ END ~

Entry filed under: f (x), FanFiction, FF Request, Genre, Indonesia, Language, One Shoot, PG, Rating, Romance, Super Junior, Type. Tags: .

Our Love|One-Shoot Only Love You|Part 1|Two-Shoot

4 Comments Add your own

  • 1. Choi JooYoung  |  August 24, 2011 at 6:35 PM

    wuahahha gomawo eonni udah dibikinin!!! keren ceritanyaaa~

    Reply
  • 2. pinky_girl  |  August 24, 2011 at 6:41 PM

    sama” de..mian klo endingnya ga bgus,,soalnya tu ngebut bkinnya, hehehe.^^

    Reply
  • 3. Deaa  |  August 26, 2011 at 9:20 AM

    Ajegile, victoria ganggu aja -,-
    Bagus thor, boleh tau nama authornya siapa? Gak enak aja kalo aku manggilnya author/thor , hehe😀
    Untung happy ending, fiuh.. Aku gak suka sad ending soalnya😀
    Tp ya chingu, kalo misalnya FF ini ada piccu-nya, pasti makin keren, haha, udah mungkin segini aja koment aku😀 *terbang*

    Reply
    • 4. pinky_girl  |  August 26, 2011 at 2:45 PM

      annyeong chingu..makasih sblumnya uadh baca an d comment,,bisa liat profile aku d about us >> about pinky girl itulah aku, lol….
      ia sngaja bkin happy ending, soalnya tkut bki nkcewa para reader dan yg request, hehe…

      ia maunya sih gtu pake piccu tp aku gx jago ngedit dan aplikasi photoshop nya k apuz…-______-

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 512,956 hits

Day by Day

August 2011
M T W T F S S
« Jul   Sep »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: