Surat Kecil Untuk Tuhan

August 14, 2011 at 12:51 AM Leave a comment

Author : Pinky_girl

Cast : Jung Da Bin ( Yg jadi Shin Bi di Wonderful Life ), Eugene ( Ibu Da Bin )

Another Cast : Victoria ( Ibu angkat Da Bin )

Rating : G

Genre : Life

Type : One Shoot

Disclaimer : Judulnya mungkin kalian juga udah ga asing lagi. Yupz, itu judul sebuah kisah nyata yang di angkat ke dalam Novel “Surat Kecil Untuk Tuhan”, aku baru baca sinopisisnya aja, jadi aku ga tau detailnya kaya apa isi Novel itu. Aku ambil judulnya aja, tapi isi dari FF aku ini, jauh beda sama novel itu,hehe… Maaf yah kalo FF nya kependekan, jangan lupa kasih komentarnya yah…gomawo..^^

Author POV

Jung Da Bin anak gadis yang baru berusia 7 tahun, tapi hidupnya penuh dengan ujian dan cobaan. Dia terlahir tanpa seorang Ayah, karna dulu ibunya hamil di luar nikah pada saat usianya yang masih sangat muda dan laki2 yang menghamilinya tidak mau bertanggung jawab. Saat Da Bin berusia 3 taun, dia sempat menanyakan di mana ayahnya,tapi Ibunya hanya menjawab….

“Dia tidak akan pernah menemui kita sayang, jadi jangan pernah mencoba untuk mencari siapa Ayahmu”

Padahal untuk anak2 seusia Da Bin, dia sangat membutuhkan kasih sayang dari kedua orang tuanya, tapi hebatnya Da Bin tidak pernah memaksa Ibunya untuk memberitau siapa Ayahnya, karna Da Bin bilang…

“Mungkin Ayah pernah menyakiti Ibu, yah? Makannya Ibu pasti membenci Ayah? Kalo begitu aku tidak akan menanyakan Ayah lagi pada Ibu, karna aku tidak mau membuat Ibu sedih”

***

Hari ini hari pertama anak2 sekolah masuk Sekolah lagi untuk ajaran baru. Tapi Da Bin, jangankan untuk pergi ke sekolah, hidup bersama Ibunya saja sangat pas-pasan. Da Bin sering melihat teman2 seusianya berlarian, tertawa, pergi ke sekolah bersama, tapi Da Bin justru harus bekerja menjual gorengan untuk bisa menghidupi dirinya dan Ibunya yang sekarang ini sedang sakit. Da Bin tidak pernah mengeluh, dia menjaga dan merawat Ibunya dengan penuh kasih sayang dan dengan penuh kesabaran.

“Mina, kau hari ini sudah mengerjakan PR belum? Aku sudah bisa berhitung perkalian sampai perkalian 4, kalo kau?”

“Aku sudah mengerjakan PR ku, aku baru bisa berhitung sampai perkalian 2 saja, ah..menyebalkan”

“Jung Min, kau bekal apa hari ini?”

“Ibuku membawakanku Roti Bakar keju, kalau kau Ha Ni?”

Da Bin hanya bisa menatap kegirangan yang terpancar dari anak2 yang berlalu lalang melintas untuk pergi ke sekolah. Tapi Da Bin, dari pagi hari harus sudah membuat gorengan sendiri lalu menjualnya. Da Bin kadang suka mengintip di balik jendela, saat murid2 sekolah sedang dalam kelas pelajaran. Da Bin juga terkadang mencoba untuk mengikuti pelajarannya, dia sering membawa buku dan menulis di luar kelas apa yang di tulis Ibu Guru di papan tulis. Tapi itu beberapa waktu yang lalu, saat Ibunya belum jatuh sakit. Karna sekarang setelah Da Bin selesai menjual gorengannya, dia harus cepat2 pulang untuk merawat Ibunya, menyuapi Ibunya makan. Penghasilan yang di hasilkan Da Bin dari menjual gorengan pun tidak seberapa. 20 ribu rupiah sehari harus cukup untuk menghidupi Ibunya dan dirinya sendiri.

“Ibu…Da Bin pulang”

“Ia, nak. Syukur kau sudah pulang, bagaimana jualanmu hari ini, nak?”

“Maafkan Da Bin, bu. Hari ini Da Bin hanya mendapatkan uang 10 ribu, hari ini sepi sekali”

Ibu Da Bin tidak menjawab, dia langsung memeluk anak satu2 nya itu.

“Kau tidak perlu minta maaf, Ibu yang harusnya minta maaf, tidak seharusnya Ibu membuatmu hidup menderita seperti ini, kau masih sangat kecil nak, tapi hidupmu sudah banyak menderita karna Ibu, maafkan Ibu, maaf”

“Uri eomma, lihat mata Da Bin” ucap gadis kecil itu mengarahkan muka Ibunya pada matanya.

“Ibuuu, Da Bin tidak pernah merasa menderita karna Ibu, Da Bin senang melakukan apapun untuk Ibu, Da Bin senang merawat Ibu dan menjaga Ibu, hanya Ibu yang Da Bin punya di dunia ini, jadi Da Bin akan melakukan apapun untuk membuat Ibu bahagia. Tapi maafkan Da Bin, karna Da Bin tidak bisa membawa Ibu ke Dokter. Jika Da Bin besar nanti, Da Bin ingin menjadi seorang dokter, supaya Ibu kalau sakit tidak perlu bayar, hehe..” ucap gadis kecil itu polos dan membuat Ibunya semakin terharu.

“Tuhan, terima kasih karna kau beri aku hadiah terindah dalam hidupku, seorang anak yang begitu mulia seperti anakku ini, panjangkanlah umurku Ya Tuhan agar aku bisa membuatnya bahagia dan tidak menderita lagi seperti ini” ucap Ibu Da Bin dalam batinnya.

***

“Saengil chukka hamnida..saengil chukka hamnida,,saengil chukka uri eomma,saengil chukka hamnida, Yeeee….Selamat Ulang Tahun Ibu”

Hari ini adalah hari ulang tahun Ibu Da Bin, dari hasil menjual gorengannya hari ini, dan uang yang dia kumpulkan dalam 1 bulan, Da Bin bisa membelikan Ibunya sebuah syal.

“Ibu, maafkan Da Bin karna Da Bin tidak bisa membelikan apapun untuk Ibu, hanya ini yang bisa Da Bin berikan, semoga Ibu suka, bukalah..”

Ibu Da Bin lagi2 hanya bisa menangis di saat malaikat kecilnya itu, selalu bisa membuatnya terharu.

“Terima kasih sayang, Ibu suka syalnya”

“Sini Da Bin pakaikan. Jadi nanti lagi Ibu tidak boleh kedinginan, yah. Walau syal ini tidak cukup menghangatkan Ibu, tapi anggaplah syal ini adalah Da Bin yang akan selalu memberi Ibu kehangatan.

“Ya Tuhan, sampai kapan aku sanggup melihat malaikat kecilku ini menderita?? Bahagiakanlah dia Ya Tuhan, karna dia sangat pantas untuk bahagia. Sembuhkan penyakitku agar aku tidak lagi menyusahkannya dan membiarkannya banting tulang untuk bekerja menafkahi hidup di usianya yang masih sangat kecil.”

“Ibu..kenapa Ibu menangis? Apa Da Bin sudah membuat Ibu sedih? Maafkan Da Bin, bu..”

‘Tidak,nak. Kau tidak membuat Ibu sedih, Ibu menangis karna Ibu sangaaaaaaaat bahagia punya anak sepertimu, semoga Tuhan memberi Ibu umur yang panjang agar Ibu bisa menggantikan penderitaanmu selama ini dengan kebahagiaan yang seharusnya kau dapatkan”

“Ibu, Da Bin bahagia,kok. Da Bin tidak menderita, kan ada Ibu di sisi Da Bin, jadi teruslah hidup untuk Da Bin, jangan pernah tinggalkan Da Bin sendirian”.

“Ia nak, Ibu tidak akan pernah meninggalkanmu, Ibu akan terus hidup untukmu”

***

Tengah malam, saat Ibu Da Bin sedang akan ke kamar kecil, tiba2 sakit kepalanya kambuh. Kanker otak yang menderanya sudah semakin parah, tapi dia tidak pernah memperlihatkan rasa sakitnya di depan Da Bin saat penyakitnya kambuh. Dalam beberapa detik, Ibu Da Bin pun jatuh pingsan. Da Bin yang sedang tertidur pulas, langsung terbangun saat mendengar ada suara dari arah dapur.

“Ibu…Ibu..apakah itu kau?”

Da Bin melihat Ibunya sudah tergeletak di lantai.

“Ibuuuuu..Ibu bangunlah, kau kenapa? Jangan tinggalkan Da Bin, bu…Da Bin mohon, Ibuuuuuuuuuuuuuuuu” Da Bin menangis keras untuk pertama kalinya sambil memeluk Ibunya dalam pangkuannya.

Tidak ada jawaban dari Ibunya karna saat itu, Ibunya sudah menghembuskan nafas terakhirnya dalam pangkuan Da Bin.

***

Da Bin sekarang hidup sebatang kara, tidak ada lagi Ibu yang selalu ada di sisinya dan merawatnya dari kecil hingga sekarang. Tapi walaupun begitu, Da Bin tetap harus menjalani hidupnya, dalam batinnya berjanji, kelak dia harus tumbuh menjadi anak yang berhasil, agar Ibunya di Surga sana dapat tersenyum bahagia melihat Da Bin telah menjadi anak yang membanggakan Ibunya. Dan Da Bin teringat kata2 nya sebelum Ibunya meninggal, kalo dia ingin menjadi seorang Dokter. Maka dari itu, sambil tetap berjualan gorengan, Da Bin sering mengikuti pelajaran lagi di Sekolah tempat dia berjualan gorengan sekarang, walopun hanya dari balik jendela.

Hingga suatu hari, ada orang tua siswa yang akan pulang setelah mengantar anaknya ke Sekolah itu, melihat Da Bin sekecil itu harus berjualan gorengan dan tidak bersekolah.

“Anak manis, siapa namamu?”

“Da Bin ahjumma”

“Da Bin? Namamu cantik seperti wajahmu. Di mana Ibumu? Kenapa kau tidak sekolah dan malah berjualan gorengan?”

Da Bin tidak menjawab, sesak rasanya jika ada orang yang menanyakan di mana ibunya sekarang.

“Kenapa kau diam?”

“Ibuku sudah ada di Surga sana” ucap Da Bin sambil menunjuk ke arah langit.

“Astaga, maafkan bibi. Bibi tidak tau, lalu sekarang kau tinggal dengan siapa? Ayahmu??”

Da Bin hanya menggelengkan kepalanya.

“Lalu??”

“Aku tinggal sendirian”

“Choengmal? Sekecil ini kau harus tinggal sendirian?? Astagaaa..”

Da Bin mulai meneteskan air matanya.

“Ya Tuhaaan, kenapa kau membiarkan gadis malang ini hidup sendirian? Dia masih terlalu kecil untuk bisa menjalani hidup yang keras ini sendirian” ucap bibi itu sambil memeluk da Bin

“Nak, apakah kau mau ikut tinggal dengan bibi??”

“Tidak, bi…Terima kasih, Ibuku mengajarkan aku untuk tidak boleh merepotkan orang lain”.

“Astaga, kau benar2 malaikat kecil,nak. Kau benar2 patuh terhadap Ibumu. Tapi kau tidak akan merepotkan bibi, kebetulan bibi hanya memiliki satu anak, jadi bibi akan mengangkatmu jadi anak angkat bibi saja, anggaplah bibi sebagai Ibumu,eoh?”

Da Bin diam sejenak hingga akhirnya dia bersedia menjadi anak angkat dari ahjumma itu.

13 tahun kemudian…

Da Bin kini telah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, dewasa dan pintar. Dia sekarang berhasil meraih impiannya untuk menjadi seorang dokter. Berkat Ibu angkatnya, yang membiayainya sekolah dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Sangat beruntung Tuhan mnegirimkan seseorang untuk menolong Da Bin dan mau mengangkatnya sebagai anak seperti anaknya sendiri dengan kasih sayang yang tulus dan tidak di beda2 kan dari anak kandungnya. Da Bin juga seperti menemukan Ibunya kembali, dia merasa ibu angkatnya yang sekarang adalah reinkarnasi dari Ibu kandungnya.

Hari ini Ulang Tahun Ibu kandung Da Bin. Da Bin pergi ke makam Ibunya dengan membawa bunga mawar putih kesukaan Ibunya. Sesampainya di sana, Da Bin langsung melakukan penghormatan di depan makam Ibunya.

“Ibu…Da Bin datang, Ibu apa kabar? Tuhan pasti menajga Ibu dengan baik di sana, kan? Selamat Ulang Tahun, Ibu. Bogoshippo”

Da Bin diam sejenak menahan air matanya yang ingin tertumpah, tapi tidak sengaja Da Bin menyentuh batu yang beberapa taun yang lalu pernah dia tancapkan di sana. Da Bin berfikir, lalu dia ingat 1 minggu setelah Ibunya meninggal belasan taun yang lalu, dia pernah menulis sebuah surat kecil lalu dia kubur di samping makam Ibunya itu. Da Bin membongkarnya dan dia menemukan surat itu dalam sebuah kotak kecil yang sudah hampir hancur. Da Bin membukanya dan membaca kembali isi surat yang pernah dia tulis saat dia masih kecil.

Untuk Tuhan….

Tuhan,,,selama ini aku tidak pernah mengeluh atau marah padamu saat aku tidak bisa pergi bersekolah

Aku juga tidak pernah menangis saat aku terluka, kehujanan atau bahkan jatuh sakit

Aku tidak apa2 jika harus bekerja sendirian, aku juga tidak apa2 jika harus menghabiskan waktuku untuk menjaga Ibu

Tapi jangan Kau ambil Ibuku, jangan Kau biarkan aku hidup sendirian tanpa Ibu

Karna aku sangat menyayangi Ibuku, hanya Ibu yang aku punya di dunia ini

Tuhan,,,tolong kembalikan Ibuku, aku tidak sanggup hidup tanpa Ibu

Biarkan Ibu hidup kembali untukku karna sampai saat ini pun aku tidak tau siapa Ayahku, hanya Ibu dan Kau yang tau siapa Ayahku..

Coba Kau jawab Tuhan, apakah ini adil bagiku?

Kau biarkan aku hidup tanpa seorang Ayah dan Ibu??…

Da Bin menutup surat yang sudah mulai usang itu, dia tidak sanggup menahan air matanya lagi. Da Bin menangis, mengingat kembali bagaimana dulu dia menjalani hidupnya, terutama saat Ibunya meninggal. Tapi sekarang Da Bin sudah tau apa jawaban Tuhan, kalo tenyata Tuhan sudah berlaku adil padanya, setelah Da Bin kehilangan ibu kandungnya, Tuhan mengirimkan seseorang untuk menggantikan sosok ibu kandungnya. Di saat dulu Da Bin tidak mampu untuk pergi ke sekolah, sekarang dia sudah bisa lulus dari Perguruan Tinggi dan bertitle seorang Dokter. Tuhan telah memberikan kehidupan yang lebih baik untuknya.

“Ibu…apakah kau bahagia sekarang di sana? Lihat Da Bin di sini, bu. Da Bin sudah berhasil menjadi seorang Dokter seperti apa yang dulu pernah da Bin bilang pada Ibu, apakah Ibu bangga melihat Da Bin sudah seperti ini sekarang? jika Ibu sudah bahagia di sana, Da Bin pun akan rela melepaskan Ibu sekarang, karna Da Bin yakin, Tuhan pasti sudah memberikan Ibu tempat yang lebih baik di Surga sana….Da Bin sayang Ibu….”

~ The End ~
Author Note : Manusia kadang merasa Allah tidak adil di saat dia di berikan Ujian dan Cobaan. Di saat dia melihat orang2 yang bisa hidup mewah, bisa membeli apapun yang di inginkannya, sementara dia tidak mampu membeli apapun, bahkan untuk makan saja dia harus berjuang mati2 an. Tapi ingatlah bahwa roda itu akan selalu berputar, tidak selamanya kehidupan seseorang itu akan berada di atas atau tidak selamanya kehidupan seseorang itu berada di bawah. Allah  juga tidak akan pernah menguji setiap hamba-Nya di luar batas kemampuannya, karna Allah Maha Tau apa yang terbaik bagi setiap hamba-Nya, maka ketika Dia memberi Ujian, maka Allah sudah menyiapkan hadiah terindah untuk manusia yang mampu melewati ujian itu dengan keikhlasan dan kesabaran. Image and video hosting by TinyPic

About these ads

Entry filed under: Eugene, f (x), Family, FanFiction, G, Genre, Indonesia, Jung Da Bin, Language, Life, One Shoot, Rating, Type. Tags: .

LOVE AND TRAGEDY [Pict of The Day] 110814 – Suju Pake Baju Melayu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 415,259 hits

Day by Day

August 2011
M T W T F S S
« Jul   Sep »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 177 other followers


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 177 other followers

%d bloggers like this: